Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si., membuka event “Palapang Njara” pada 28 Oktober 2014 di lapangan “Rihi Eti” Prailiu, Kec. Kambera. Pembukaan event yang juga dikenal sebagai pacuan kuda tradisional di Sumba Timur tersebut dihadiri oleh para anggota Forkopimda, sejumlah pimpinan SKPD dan para pemilik kuda.

 

Bupati dalam sambutannya mengatakan, pacuan kuda ini adalah yang ketiga kalinya dalam tahun 2014 dan merupakan event terbesar karena diikuti pula kuda-kuda dari tiga kabupaten lainnya di pulau Sumba. Selain itu dikatakan bahwa “Palapang Njara” memiliki keunikan tersendiri karena berbeda dengan pacuan kuda pada umumnya yang jalurnya memutar kekanan sedangkan pacuan kuda di Sumba Timur memutar kekiri. Bupati berharap Pacuan Kuda ini dapat berlangsung dengan aman dan tertib serta tidak menjadikan pacuan kuda sebagai arena judi, bahkan Bupati meminta aparat keamanan segera menindak jika ada oknum yang berjudi dalam event ini.

 

Menurut ketua panitia, U. Maramba Meha, SH., yang juga sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumba Timur, pacuan kuda kali ini diikuti oleh 741 ekor kuda yang terbagi dalam 15 kelas memperebutkan piala Bupati Sumba Timur. Mengingat banyaknya peserta, kegiatan pacuan direncanakan akan berlangsung selama 10 hari.

Nampak hadir pula sejumlah tamu dari Kementerian Kehutanan dan RS Karyadi Semarang yang sedang berada di Waingapu dalam rangka menyelesaikan tugas kedinasan masing-masing juga menyempatkan diri menyaksikan event budaya tersebut.