Ketua panitia pelaksana yang juga Ketua PPNI Kabupaten Sumba Timur;  Nayamanto Namu Natu SKM dalam laporannya mengatakan bahwa selama kurang lebih 4 tahun masa kepengurusan PPNI NTT perlu melakukan evaluasi perkembangan kinerja program serta menanggapi isu yang berkembang tentang eksistensi perawat di NTT, khususnya peningkatan peran perawat dalam pelayanan keperawatan pada penyakit tropis.

Masih menurut Ketua Panitia kegiatan berlangsung pada tanggal 10 dan 11 Juni berupa seminar sehari  tentang “Up date Penanganan Malaria, Kusta dan HIV/AIDS” yang dilanjutkan dengan Rapat Kerja PPNI Prov. NTT yang diikuti oleh Pengurus PPNI Provinsi, Kabupaten/Kota, peninjau dan utusan Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan di NTTSementara itu Ketua PPNI Propinsi NTT, Forentianus Tat. SKM. M.Kes dalam sambutannya mengatakan penyakit infeksi menular seperti malaria, kusta dan HIV AIDS masih menjadi penyakit Endemik di Indonesia Termasuk di Propinsi NTT. Penyakit Kusta terindetifikasi menjadi penyakit Endemik di 22 Propinsi di indonesia  termasuk NTT serta 20.000 kasus yang muncul setiap Tahunnya, dikatakan juga penyakit malaria  sampai saat ini masih menjadi perhatian global karena sering berdampak luas pada kwalitas hidup dan sering berdampak pada kematian begitu juga dengan kasus penyakit HIV AIDS dan diharapatkan PPNI bisa berada di lini  terdepan dalam memberantas penyakit menular khususnya di daerah NTT.Gubernur Nusa Tenggara Timur dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Bupati Sumba Timur menyatakan menyambut baik Raker PPNI NTT tersebut dan diharapkan menjadi momentum untuk para perawat  dalam mensinergikan berberapa hal yang teridentifikasi dalam rapat kerja untuk diformulasikan jalan keluarnya secara bersama sama, Gubernur juga mengatakan bahwa tidak dapat dipungkiri  penyakit Malaria, Kusta dan HIV AIDS  masih menjadi perhatian Lembaga Internasional karena terindikasi penderita sesungguhnya yang melampaui  jumlah penderita yang terekspose diberbagai media dan rumah sakit.

Gubernur juga menyampaikan  Organisasi PPNI mampu memberikan pelayanan keperawatan yang semakin baik dan humanis, serta komitmen moral perawat dalam menghadapi pasien demi terwujudnya Visi dan Misi PPNI. Mengakhiri sambutannya Gubernur mengucapkan terima kasih kepada PPNI, Para perawat Pendidikan Tinggi dan rumah Sakit atas eksistensinya dan sumbangsihnya dalam membangun daerah NTT.Bupati Sumba Timur Drs. Gidion Mbilijora, M.Si mewakili Gubernur Nusa Tenggara Timur membuka secara resmi acara Seminar Nasional Kesehatan dan Rapat Kerja Propinsi III Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Nusa Tenggara Timur, yang berlangsung Selasa, 10 Juni 2014 di Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi, Waingapu yang dihadiri pula oleh Wakil Bupati Sumba Timur, dr. Matius Kitu, Sp.B, Anggota Forkopimda, Pimpinan Dinas/Badan/Kantor tingkat Kab. Sumba Timur, Ketua PPNI NTT serta para ketua PPNI Kabupaten/Kota se Prov. NTT.