Workshop Tata Laksana Penanganan Korban Kekerasan Berbasis Gender

Workshop Tata Laksana Penanganan Korban Kekerasan Berbasis Gender. Rabu, 31 Mei 2023 bertempat di Aula RSKL.

Bupati Sumba Timur, Drs. Khristofel Praing, M.Si., mengkuti serta membuka dengan resmi kegiatan Workshop Buku Panduan Tata Laksana Penanganan Korban Kekerasan Berbasis Gender (KBG) di Rumah Sakit.

Dalam sambutannya, Bupati Sumba Timur mengapresiasi program ini, karena sangat mendukung Misi Pertama Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas masyarakat, pemerintah dan dunia usaha dalam mengelola dan mengembangkan berbagai sumber daya ekonomi, sosial, politik dan budaya secara terpadu dan berkelanjutan sehingga mampu mandiri dan bermartabat, yang tentu muaranya akan menunjang keberhasilan peningkatan Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Sumba Timur. Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan anak di Kabupaten Sumba Timur selalu mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sumba Timur, pada tahun 2021 terdapat 63 kasus kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, diantaranya 32 kasus persetubuhan, 19 kasus KDRT, 7 kasus pencabulan, 2 kasus penganiayaan, 1 kasus penelantaran, 2 kasus pembunuhan dan 3 kasus lainnya. Dan yang menyedihkan, Kecamatan Kambera menjadi wilayah dengan kasus tertinggi.

Selanjutnya, di Tahun 2022 terdapat 128 kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, diantaranya 56 kasus persetubuhan, 27 kasus KDRT, 11 kasus percabulan, 18 kasus penganiayaan, 3 kasus penelantaran, 1 kasus hak asuh dan 12 kasus lainnya, dan Kecamatan Kota Waingapu menjadi wilayah dengan kasus terbanyak dan pelaku kekerasan yang dilaporkan paling banyak adalah keluarga terdekat.

Peningkatan kasus yang saya sampaikan ini tentu hanya berdasarkan laporan yang ada. Kita bersyukur karena saat ini masyarakat khususnya perempuan, sudah semakin cerdas dan berani melapor kepada pihak berwajib terkait kekerasan yang dialami atau yang terjadi disekitarnya. Sedangkan tentu saja masih ada banyak kasus yang tidak terdata karena tidak dilaporkan oleh korban atau keluarga korban dengan berbagai alasan, karena itu Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dan semua elemen terkait diminta untuk berperan dalam upaya meminimalisir bahkan mencegah terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pembinaan dan sosialisasi secara umum harus terus dilakukan dengan cara menjalin komunikasi dan berkolaborasi dengan aparat kepolisian atau pihak yang berwajib sesuai Undang-Undang yang berlaku.

Menutup sambutannya, Bupati Sumba Timur menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam berbagai kegiatan penanganan korban kekerasan khususnya kekerasan yang berbasis gender yang terjadi di Kabupaten Sumba Timur.


Hadir Asisten Administrasi Umum pada Setda Kab. Sumba Timur, para Pimpinan Perangkat Daerah terkait, Direktur RSKL, perwakilan RSUD Umbu Rara Meha, WCC Sinode, Yumerkris, perwakilan Kapus Kambaniru, Ketua Yasalti, Peruati, WCC RSKL bersama Tim dan undangan lainnya.

LINK x TERKAIT