© SUMBA TIMUR DALAM ANGKA

Gallery Foto
  • Stuba di Pemkot Surabaya_1
  • Stuba di Pemkot Surabaya_2
  • Stuba di Pemkot Surabaya_3
  • Stuba di Pemkot Surabaya_4
  • Stuba di Pemkot Surabaya_5
  • Bimtek TIK Bagian PDE 2015_3
  • Bimtek TIK Bagian PDE 2015_1
  • Bimtek TIK Bagian PDE 2015_2
  • Sosialisasi Internet Sehat 2015_1
1 2 3 4
Login Form



Penduduk

Kependudukan

 

Pembahasan kondisi kependudukan akan berhubungan langsung dengan masyarakat/penduduk. Peran serta penduduk dalam pembangunan wilayah mempunyai ikatan yang cukup kuat sesuai dengan tempat tinggalnya. Karakteristik sosial yang dimaksud disini adalah karakter dari masing-masing penduduk. Karakteristik sosial di Kabupaten Sumba Timur dapat dikaji sebagai berikut :

Selengkapnya...

 

Pendidikan

Ketersediaan Sarana Pendidikan


Jenis fasilitas pendidikan yang terdapat di Kabupaten Sumba Timur terdiri atas TK, SD, SLTP, SLTA dan Perguruan Tinggi.Untuk fasilitas pendidikan TK, SLTA dan Perguruan Tinggi belum tersebar di seluruh kecamatan yang ada.Sedangkan untuk fasilitas pendidikan tingkat SD dan SLTP sudah tersebar secara merata di masing-masing kecamatan yang terdapat di Kabupaten Sumba Timur. Fasilitas pendidikan skala Perguruan Tinggi (PT) ada 4 (empat) unit yaitu STIE Kriswina Sumba, Akademi Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Theologi Terpadu dan Universitas Kristen di Kabupaten Sumba Timur. Sebagian besar lulusan SMA atau Sederajat berorientasi ke Kota Kupang dan ke luar Propinsi Nusa Tenggara Timur (Pulau Jawa dan Bali) untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Pada tahun 2013, jumlah fasilitas pendidikan yang ada di kabupaten Sumba Timur yaitu: Tk berjumlah 46 Unit, SLB dengan jumlah 1 unit, SD dengan jumlah 255 unit, SLTP 70 unit dan SLTA 17 unit.

Tingkat Pendidikan yang di Tamatkan

Pendidikan yang di tamatkan merupakan indikator pokok kualitas penduduk karena kualitas sumber daya manusia secara spesifik dapat di lihat dari tingkat pendidikan penduduk.Komposisi pendidikan menurut tingkat pendidikan yang ditamatkan dapat di lihat dari ijazah tertinggi yang di miliki penduduk memberikan gambaran tentang kualitas sumber daya manusia yang ada di Kabupaten Sumba Timur.Berdasarkan hasil Susenas 2013 menunjukan bahwa sebagian besar penduduk 10 Tahun ke atas tidak memiliki ijasah sebesar 47,41% dan yang memiliki ijasah SD sebesar 25,03%,memiliki Ijasah SLTP 10,76 %,Ijasah SLTA 9,94%,  Diploma I/II 0,83 %,Diploma III0,43%,dan Diploma IV,SI/S2/S3 sebesar 2,48 %.


Bila dilihat dari jenis kelamin,maka nampak bahwa persentase penduduk perempuan lebih besar yaitu sebesar 55,08% sedangkan persentase penduduk laki-laki sebesar 50,28 %.

Angka Rata-Rata Lama Sekolah

Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) merupakan indikator untuk melihat rerata lama sekolah. Tahun 2013 menunjukan angka rerata lama sekolah adalah 6,49 tahun artinya bahwa rerata penduduk Kabupaten Sumba Timur dikategorikan telah tamat Sekolah Dasar. Gambaran mengenai tingkat partisipasi dari jenjang Sekolah dasar sampai dengan Perguruan Tinggi dari tahun 2006-2013 dapat dilihat dari tabel dibawah ini.

Dari tabel di atas menunjukan bahwa angka partisipasi kasar untuk semua jenjang pendidikan berfluktuatif, namun disatu sisi APK juga menggambarkan angka melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi terutama pada jenjang pendidikan SMP dan SMA/sederajat cenderung meningkat.


Untuk jumlah guru dan murid menurut tingkat pendidikan pada Tahun 2013 yaitu : untuk TK, jumlah guru negeri sebanyak 22 dan guru swasta sebanyak 29, murid negeri sebanyak 681 dan murid swasta sebanyak 1.642. Guru SD Negeri sebanyak 926 dan guru swasta sebanyak 405. Murid SD negeri sebanyak 27.545 dan murid SD swasta sebanyak 13.131. Guru SMP negeri sebanyak 416 dan guru SMP swasta sebanyak 50. Murid SMP negeri sebanyak 12.982 dan murid SMP swasta sebanyak 1.468. Guru SMA negeri sebanyak 212 dan guru SMA swasta sebanyak 59. Murid SMA negeri sebanyak 6.961 dan murid SMA swasta sebanyak 2.795.Guru SMK Negeri sebanyak 134 dan murid SMK negeri sebanyak 2.787.

 





 

Kesehatan

Kesehatan.


Pembangunan kesehatan adalah salah satu sektor yang harus mendapat perhatian serius dari proses pembangunan nasional maupun regional karena kondisi kesehatan dan gizi merupakan bagian dari kesejahteraan rakyat yang berhubungan satu sama lain.

Program pembangunan kesehatan di arahkan untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan usia harapan hidup. Serta mempertinggi kesadaran masyarakat atas pentingnya hidup sehat, sehingga status kesehatan penduduk dapat di tingkatkan.

Sarana Kesehatan

Penyediaan sarana kesehatan sebagai pemenuhan kebutuhan pokok dalam upaya meningkatkan taraf kesehatan masyarakat secara umum terus di tingkatkan dari tahun ke tahun. Dalam rangka menjamin ketersediaan  pelayanan dasar kesehatan kepada masyarakat maka sarana minimal pelayanan kesehatan adalah Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Polindes, serta Posyandu. Tabel berikut ini menggambarkan ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan di Kabupaten Sumba Timur .

Tenaga Kesehatan

Ketersediaan sarana/fasilitas kesehatan harus di tunjang dengan penyediaan tenaga kesehatan yang memadai,terampil dan siap di tugaskan di wilayah kerja yang di tetapkan.Adapun jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Sumba Timur dapat dilihat pada tabel berikut.


Dari data tersebut diatas menunjukan bahwa jumlah tenaga kesehatan yang ada masih terbatas, dtambah lagi dengan kondisi geografis wilayah yang sulit dijangkau dalam memberikan akses pelayanan kesehatan, sehingga tenaga kesehatan belum mampu memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat.

Sektor kesehatan merupakan sektor pendukung utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, berbagai hal telah dicatat pada sektor kesehatan antara lain :

  • Tahun 2012, kematian Ibu berjumlah 2 orang dan kematian bayi berjumlah 196 bayi  (Berusia 0-28 hari : 62 bayi, berusia >1 bulan : 37 bayi, dan <1 tahun : 97 bayi).
  • Tahun 2013, kematian Ibu berjumlah 15 orang dan kematian bayi berjumlah 207 bayi (Berusia 0-28 hari : 95 bayi, berusia >1 bulan : 26 bayi, dan <1 tahun : 86 bayi).
  • Tahun 2014 sampai dengan bulan Oktober terdapat 15 jumlah kematian Ibu dan 178 kematian bayi (berusia 0-28 hari : 78 bayi, berusia > 1 bulan : 17 bayi dan <1 tahun : 83 bayi.
 

Keagamaan

Dilihat dari kehidupan beragama, agama Kristen Protestan merupakan agama yang paling banyak jumlah umatnya di Kabupaten Sumba Timur, pada tahun 2006 tercatat sebesar 151.681 jiwa atau 70,45 % dari jumlah penduduk, diikuti oleh aliran kepercayaan lainnya sebanyak  33.057 jiwa atau 15,3 % dari jumlah penduduk, Kristen Katolik sebanyak 14.362 jiwa atau 6,67 %, Islam sebanyak 10.639 jiwa atau 4,94 % dan Hindu/Budha 231 jiwa atau 0,1 %.

 

Perekonomian

Arah Kebijakan Ekonomi Daerah

Sejalan dengan kebijakan nasional dan provinsi, maka kebijakan ekonomi Kabupaten Sumba Timur tahun 2015 diarahkan untuk meningkatkan pendapatan perkapita melalui peningkatan laju pertumbuhan ekonomi, mengurangi dan mengatasi kemiskinan, mengurangi pengangguran serta pemerataan distribusi pendapatan. Dalam rangka pencapaian kerangka ekonomi makro yang diinginkan tersebut pemerintah daerah akan selalu meningkatkan peranan dan partisipasi aktif masyarakat dan swasta dalam kegiatan pembangunan.
Untuk melaksanakan strategi pembangunan melalui langkah-langkah strategis di atas tentunya perlu didasari oleh pemahaman yang komprehensif berkenaan dengan kondisi ekonomi makro daerah dan trend perkembangannya yang tentunya menjadi dasar untuk dilakukan perkiraan/proyeksi perkembangan ekonomi di tahun 2015.

Berbagai tantangan yang dikemukakan di atas tentunya memerlukan kebijakan yang handal dengan menggunakan berbagai potensi yang ada serta berbagai prospek yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat perekonoimian daerah. Berbagai prospek yang dapat dimanfatkan dalam perkuatan perekonomian daerah adalah  :

  1. Potensi jumlah penduduk Sumba Timur yang cukup besar akan menjadi potensi kuat bagi pemanfaatan prospek tenaga kerja dalam peningkatan investasi di Kabupaten Sumba Timur.
  2. Potensi alam dan luas wilayah dapat dimanfaatkan untuk peningkatan produksi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan dalam memperkuat struktur ekonomi daerah.
  3. Menguatnya potensi perdagangan untuk memanfaatkan prospek pemasaran produksi pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan dan perikanan yang secara langsung memberikan dampak bagi peningkatan laju pertumbuhan ekonomi Sumba Timur.
  4. Adanya kebijakan nasional untuk memperkuat kelembagaan ekonomi kerakyatan seperti Koperasi Usaha Kecil Menengah (KUKM) dan Wira Usaha baru serta kelembagaan ekonomi pedesaan dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan kemampuan entrepreneurship dikalangan masyarakat dalam berusaha bagi peningkatan pendapatan dan pengentasan kemiskinan di Sumba Timur.
  5. Berkaitan berbagai tantangan dan prospek yang dihadapi ditahun 2014, maka berdasarkan strategi pembangunan daerah yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2011-2015, Pemerintah Daerah menetapkan beberapa strategi sebagai acuan dalam melaksanakan program dan kegiatan pembangunan tahun 2015, yaitu melalui langkah-langkah sebagai berikut :
  6. Peningkatan kapasitas sektor pertanian sebagai sektor unggulan dalam meningkatkan produksi dan pendapatan petani dengan mengandalkan kapasitas sub sektor yang memberikan kontribusi besar terhadap PDRB Kabupaten Sumba Timur.
  7. Percepatan pembangunan sarana dan prasarana untuk mendukung percepatan pembangunan ekonomi maupun peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Cakupan sarana dan prasarana dasar tersebut diarahkan untuk menyediakan sarana dan prasarana dasar di bidang kesehatan, pendidikan, sosial ekonomi masyarakat, pekerjaan umum, perhubungan dan irigasi.
  8. Dalam upaya mengurangi kemiskinan dan pengangguran, pemerintah daerah berupa mendorong peningkatan kemampuan perekonomian daerah untuk penciptaan lapangan kerja melalui peningkatan keterampilan tenaga kerja, peningkatan askes masyarakat miskin terhadap pelayanan pendidikan dan kesehatan masyarakat.
  9. Dalam upaya memperkuat perekonomian masyarakat, pemerintah daerah melakukan upaya pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui penyediaan bantuan untuk permodalan bergulir, fasilitas dan pembinaan manajemen usaha-usaha UMKM dan mendorong perkembangan sektor-sektor ekonomi yang memberikan dampak multiplier yang tinggi terhadap pendapatan masyarakat.
  10. Peningkatan investasi daerah yang mampu memperluas kesempatan kerja dan berusaha yang pada gilirannya mampu meningkatkan pendapatan perkapita. Kebijakan yang ditempuh antara lain melalui perbaikan iklim investasi yang kondusif bagi dunia usaha baik skala kecil, menengah maupun besar.
  11. Untuk menjamin keberlanjutan pertumbuhan ekonomi sebagaimana yang diharapkan maka perlu dilakukan perbaikan kualitas lingkungan melalui upaya pemantauan kualitas lingkungan dan rehabilitasi lahan.
 

Perdagangan

Industri

Sektor industri dipandang sebagai sector yang memiliki tingkat produktivitas yang tinggi, sehingga dengan keunggulan sector industri akan didapat nilai tambah yang tinggi, yang pada akhirnya tujuan menciptakan kesejahteraan masyarakat bisa terwujudMasuknya sektor swasta akan menciptakan suasana kompetitif sehingga diharapkan dapat memacu perkembangan ekonomi di Kabupaten Sumba Timur. Jenis Industri  yang ada di Kabupaten Sumba timur masih berupa industry kecil dengan jumlah 612 unit pada tahun 2010 dan bertambah menjadi 926 unit pada tahun 2011, jumlah tenaga kerja pada industry ini sebanyak 1780 orang pada tahun 2010 dan 1736 orang pada tahun 2011.

Selengkapnya...

 

Transportasi

Transportasi Udara

Bandara Umbu Mehang Kunda


Berjarak sekitar 5 Km dari Pusat Kota Waingapu, sebelumnya bernama Bandar Udara Mau Hau dan pada tanggal 28 Mei 2009 telah berganti nama menjadi Bandar Udara Umbu Mehang Kunda, sebagai penghormatan terhadap almarhum Umbu Mehang Kunda, Bupati Sumba Timur periode 1999-2004 dan 2005-2010, yang meninggal dunia 2 Agustus 2008. Bandara ini mempunyai ukuran Lebar 30 Meter dan Panjang Landasan Pacu 1800 Meter. Maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara ini antara lain :

1. Nam Air dengan Rute : Surabaya - Denpasar - Waingapu - Kupang (PP)

2. Wings Air dengan Rute :   
* Kupang - Waingapu (PP)   
* Denpasar - Waingapu (PP)

3. Trans Nusa dengan Rute : Kupang - Waingapu (PP)

4. Susi Air dengan Rute :

* Bajawa -  Waingapu (PP)   
* Sabu -  Waingapu (PP)