Dengan menumpang pesawat jenis Cassa 212 milik TNI AL, Menko Kesra  Ir. H. Agung Laksono dan ibu Silvya Agung Laksono beserta rombongan mengunjungi Sumba Timur, Kamis 11 September 2013 dalam rangka Expedisi Bhakesra . Kedatangan Menko Kesra di  Bandara Ir. U. Mehang Kunda, Mau Hau disambut oleh Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si., dengan pengalungan kain tenun ikat khas Sumba Timur. Usai penjemputan, Menko Kesra dan Bupati Sumba Timur yang juga disertai Ketua DPRD Sumba Timur, drh. Palulu P. Ndima MSi dan anggota Forkopimda. mengunjungi Polindes di Kelurahan Wangga dan dilanjutkan dengan penyerahan sejumlah bantuan di Taman Wisata Matawai. Dalam sapaannya Bupati Sumba Timur menyampaikan terima kasih kepada Menko Kesra yang telah berkunjung ke Kabupaten Sumba Timur untuk yang ketiga kalinya dalam kurun waktu lima tahun. Dilaporkan oleh Bupati tentang kondisi Kabupaten Sumba Timur yaitu berbagai permasalahan sosial yang terjadi, kebencanaan yang sering melanda Kabupaten Sumba Timur antara lain bencana kekeringan, banjir, tanah longsor dan kebakaran rumah penduduk. Dilaporkan pula bahwa Sumba Timur memiliki pulau-pulau kecil antara lain pulau Mengkudu dan pulau Salura, dimana pada musim-musim tertentu penduduk pulau Salura tidak dapat mengakses ke pulau Sumba karena tingginya gelombang laut kecuali menggunakan kapal motor yang cukup besar.


Dalam sambutannya usai menyerahkan bantuan secara simbolis, Menko Kesra menyatakan bahwa Expedisi Bakesra merupakan kegiatan rutin dan tahun ini merupakan tahun ketiga sejak tahun 2011. Ini merupakan salah satu bentuk perhatian Pemerintah Pusat dengan mengunjungi daerah terluar dan terdepan. Hal ini juga mengingat angka kemiskinan di NTT dan Sumba Timur masih tergolong cukup tinggi yaitu sekitar 30% padahal secara nasional sudah mencapai 11.37 %. Untuk itu Pemerintah terus mendorong berbagai program dibidang pertanian dan peternakan dan meningkatkan infrastruktur  antar wilayah sehingga koneksitas antar wilayah semakin lancar. Selain itu juga terus mendorong sektor pariwisata karena mempunyai sumber daya yang tidak pernah habis jika dikelola dengan baik, tidak sebagaimana sumberdaya alam seperti pertambangan yang pada waktunya dapat habis.


Diantara sumbangan yang diserahkan oleh menko Kesra adalah mobil truk, dump truk, hand traktor, genset dan sejumlah sumbangan lainnya. Sumbangan bersala dari sejumlah kementerian dan donatur lainnya.usai penyerahan bantuan Menko Kesra dan rombongan bertolak ke Labuan Bajo dengan menggunakan KRI 593 Banda Aceh.(djo)