Presiden SBY dan Ibu Ani berdialog dengan peternak sapi di Sumba Timur, NTT, Rabu (4/7) sore. (foto: rusman/presidensby.info)

Sumba Timur, NTT: Dalam pengembangan kawasan ternak sapi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Presiden mengingatkan pentingya persoalan tata ruang dan ketersediaan lahan. Jangan sampai setelah investor serius, terjadi sengketa lahan. Presiden akan terus memonitor proyek ini.

"Pastikan tidak ada sengketa lahan. Jangan sampai sudah bawa anggaran sekian triliun, pemerintah sudah serius, dunia usaha dalam atau luar negeri sudah serius, tiba-tiba rebutan di bawah karena status tanah, tata ruang. Tidak baik," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika meninjau peternakan sapi dan kuda di Maubokul, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi NTT, Rabu (4/7) sore.

Presiden SBY akan terus memonitor proyek pengembangan kawasan ternak sapi ini. Presiden juga mengingatkan para menteri menyiapkan anggarannya.

"Tanah yang dirahmati Tuhan ini mari dikembalikan untuk tanah yang berjaya, untuk pengembangan peternakan sapi, dengan cara anggarannya kita tingkatkan. Semua bekerja keras, dan ada kepastian," Presiden SBY menegaskan.

Sebelumnya, Presiden SBY menjelaskan alasannya mengajak empat gubernur dari NTB, NTT, Bali, dan Papua Barat untuk turut berdiplomasi membuka kerja sama pengembangan daerahnya dengan Teritori Utara Australia, khususnya untuk pengembangan ternak sapi.

"Kalau itu ditindaklanjuti, hampir pasti, dengan izin Tuhan, akan bisa mengembangkan sektor peternakan di NTT," Kepala Negara menjelaskan. Selain ternak sapi, kerja sama dengan Darwin juga meliputi infrastuktur, pariwisata, transportasi udara, dan kesehatan.

Seusai menyampaikan sambutannya, Presiden SBY dan Ibu Ani melihat langsung padang rumput atau sabana yang dipenuhi oleh sapi dan kuda. Pemandangannya sangat indah sehingga beberapa kali SBY dan Ibu mengucap syukur atas keindahan alam di Maubokul ini.

Dalam perjalanan kembali ke rumah dinas Bupati Sumba Tmur, tempat menginap, Presiden SBY dan Ibu Ani menyempatkan untuk mengunjungi rumah warga. Presiden berjanji untuk memberikan bantuan MCK kepada warga.

Turut serta dalam kegiatan ini, antara lain, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Haatta Rajasa, Menseneg Sudi Silalahi, Mendagri Gamawan Fauzi, Mentan Suswono, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Kapolri Jenderal Timur Prapodo, dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya. (dit)