PEMERINTAH KABUPATEN SUMBA TIMUR TERBITKAN SE PERPANJANGAN KETIGA PPKM 2021

Waingapu - Pemerintah Kabupaten Sumba Timur untuk ketiga kalinya kembali memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai tanggal 23 Februari sampai dengan 08 Maret 2021. Sesuai dengan hasil evaluasi penerapan PPKM tahap pertama sejak tanggal 16 sampai dengan 31 Januari 2021 dan kemudian penerapan PERPANJANGAN Pertama PPKM tanggal 1 sampai dengan 14 Februari 2021 kemudian PERPANJANGAN kedua penerapan PPKM tanggal 15 sampai 22 Februari 2021 maka pemerintah Kabupaten Sumba Timur mengeluarkan lagi surat edaran perpanjang PPKM tahap ketiga ditanggal 23 Februari 2021 sampai dengan tanggal 8 Maret 2021.
Dalam rangka mengendalikan serta meminimalkan Tansmisi lokal Covid-19, Bupati Sumba Timur mengeluarkan SURAT EDARAN Nomor: KESRA. 400/300/II/2021 tentang PERPANJANGAN KETIGA PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT SESUAI SURAT EDARAN BUPATI SUMBA TIMUR NOMOR: KESRA.400/104/I/2021 TENTANG PENINGKATAN KEWASPADAAN DALAM RANGKA PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT UNTUK MENGENDALIKAN DAN MEMINIMALKAN PENULARAN TRANSMISI LOKAL COVID-19 DI KABUPATEN SUMBA TIMUR
Bahwa berdasarkan pertimbangan dan pencermatan tentang perkembangan jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 secara umum sesuai hasil tracing menunjukkan TIDAK TERJADI PENAMBAHAN dalam jumlah yang cenderung tinggi atas data masyarakat yang positif Covid-19 akibat kontak erat serta dengan memperhatikan beberapa parameter seperti Tingkat Kasus Positif Aktif, tingkat Angka Kesembuhan, tingkat Kematian, dan tingkat keterisian RSUD Umbu Rara Meha Waingapu dan Hotel Cendana yang TIDAK TERJADI PENAMBAHAN dalam jumlah yang besar sampai dengan 22 Februari 2021, maka dengan melihat kondisi tersebut Pemerintah Kabupaten Sumba Timur mengeluarkan Surat Edaran perpanjangan ketiga PPKM di Sumba Timur hingga tanggal 8 Maret 2021 yang bertujuan untuk mengendalikan dan meminimalkan potensi penularan transmisi lokal Covid-19 pada masyarakat di Kabupaten Sumba Timur dengan pendekatan berbasis mikro wilayah wilayanh desa/kelurahan berzona Kuning, zona orange dan zona merah serta pembentukan POSKO penaganan Covid-19 di Tingkat desa/Kelurahan.
Dijelaskan lebih lanjut dalam Surat Edaran pepanjangan kedua PPKM ini, aktivitas perkantoran berjalan normal dengan ketentuan pimpinan perangkat daerah, instansi, lembaga, badan, organisasi wajib memperhatikan kapasitas ruangan yang dipatutkan dengan jumlah karyawan untuk memungkinkan terlaksananya protokol kesehatan yang ketat serta mengatur waktu sistem kerja apabila kapasitas ruangan tidak memungkinkan. Sementara itu proses belajar mengajar di kecamatan berzona merah tetap dilaksanakan secara online sementara di kecamatan berzona hijau dipertimbangkan pelaksanaan tatap muka langsung dengan ketentuan wajib melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.
Berikut isi Surat Edaran Bupati Sumba Timur tentang peningkatan kewaspadaan dalam rangka pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat untuk mengendalikan dan meminimalkan penularan transmisi lokal Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur.(dd)

Unduh Dokumen disini