“Peringatan Hari Anak Nasional dimaksudkan agar seluruh komponen bangsa, yaitu negara, pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orang tua bersama-sama mewujudkan kesejahteraan anak dengan menghormati hak-hak anak dan memberikan jaminan terhadap pemenuhannya tanpa perlakuan diskriminatif serta merupakan salah satu bukti nyata betapa pentingnya kedudukan seorang anak sebagai calon generasi penerus bangsa.

Perhatian terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari keluarga, pemerintah dan segenap elemen masyarakat, untuk bangkit bersama  dalam upaya memenuhi hak–hak anak dan demi kepentingan terbaik bagi anak. Dan dengan tema yang diusung pada peringatan Hari Anak Nasional tahun 2015 ini yaitu “Anak Indonesia Sehat, Kreatif dan Berakhlak Mulia.”  dengan jelas mengajak seluruh masyarakat Indonesia agar demi memenuhi hak anak maka mulai saat ini hendaklah setiap kita sebagai orang tua maupun sebagai pendidik harus memberikan perhatian khusus kepada anak dalam segala hal, baik itu untuk pendidikan umum ataupun pendidikan agama serta terutama juga harus memperhatikan kesehatan anak demi menciptakan generasi penerus yang berakhlak mulia, cerdas dan kreatif serta sehat, karena pada dasarnya, anak merupakan penerus bangsa yang harus dibimbing serta wajib mendapatkan perhatian”.
Demikian yang disampaikan Bupati Sumba Timur mengawali sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah, Ir. Juspan, pada acara peringatan Hari Anak Nasional, Kamis, 23 Juli 2015 di gedung Hapu Mbay, Waingapu.
Bupati mengatakan bahwa pemenuhan hak anak sejak dini hendaknya jangan dipandang sebagai penghamburan biaya, melainkan  suatu investasi yang berdampak positif bagi kehidupan masa  depan anak dan pada gilirannya berdampak positif pula kepada masa  depan bangsa. Artinya pendidikan, pembinaan dan perhatian yang terfokus pada anak merupakan investasi yang sangat berharga untuk menyiapkan bangsa menyongsong masa depan yang lebih baik. Meskipun dalam hal ini  masih  banyak kendala dan tantangan yang dihadapi.  Terbukti dengan banyaknya kejadian di lingkungan sekitar baik dalam skala lokal maupun nasional yang mana telah merugikan hak-hak anak (salah satu contohnya adalah kasus Angeline di Bali).  Kondisi anak-anak yang tidak beruntung dapat terlihat dari belum optimalnya pemenuhan kebutuhan esensial  anak usia dini, tingginya jumlah pekerja anak dan anak-anak yang melakukan pekerjaan yang berbahaya, masih banyak anak yang berhadapan dengan masalah hukum,  anak jalanan serta belum terpenuhinya pencantuman hak-hak sipil anak dengan masih rendahnya kepemilikan akte kelahiran anak. Banyak anak-anak terpaksa menanggung resiko akibat ketidaktahuan, ketidakmampuan dan kelalaian orang tua dan orang dewasa.
Untuk itu, Bupati berjanji bahwa Pemerintah Kabupaten Sumba Timur akan terus berupaya agar pemenuhan hak anak dapat dijadikan prioritas dalam pembangunan daerah. Dan khusus kepada anak-anak Sumba Timur, Bupati menghimbau agar menjadikan diri mereka sebagai ujung tombak yang akan membawa perubahan pembangunan dengan memberikan pemahaman kepada teman-teman dan adik-adik tentang hak dan kewajiban anak, dimana mereka juga harus lebih peduli terhadap isu-isu anak yang terjadi di lingkungan sekitar serta terutama berilah perhatian yang serius terhadap kesehatan, rajinlah beribadah, rajinlah belajar, rajinlah berolahraga, hidup rukunlah dengan sesama, patuhlah kepada orang tua, hormatilah guru, dan teruslah berkarya dan berkreasi demi Indonesia yang lebih sehat, cerdas dan berakhlak mulia.