PERTANIAN

Pembangunan sektor pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan, peternakan, perkebunan, serta pertambangan dan energi  di Kabupaten Sumba Timur merupakan sector yang memegang peranan penting dalam struktur perekonomian di Kabupaten Sumba Timur.
Pangan merupakan kebutuhan manusia yang paling vital, oleh karena itu kecukupan pangan bagi kebutuhan penduduk harus senantiasa tersedia terkait dengan jumlah penduduk yang terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga mengakibatkan semakin tingginya permintaan akan bahan makanan. Jenis tanaman pangan yang di usahakan di Sumba Timur adalah padi, jagung, kedelai, singkong dan hasil umbi-umbian.

1.  Padi

Salah satu komoditi pangan yang paling pokok serta bernilai tinggi adalah padi /beras karena komoditi ini merupakan bahan pangan pokok penduduk Sumba Timur pada umumnya. Selain itu beras juga memegang peranan penting dalam perekonomian masyarakat karena setiap perubahan yang di alami komoditi ini, baik jumlah yang di hasilkan maupun yang tersedia, harga serta kebijakan pemerintah sangat mempengaruhi aspek-aspek kehidupan yang luas di dalam masyarakat . Dengan demikian tersedianya beras dalam jumlah yang cukup sangat di dambakan guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Pada tahun 2013, luas tanam padi sawah dan padi ladang mengalami peningkatan dari 12.394 Ha dan 3.983 Ha di tahun 2012 meningkat menjadi 16.513 Ha dan 6.054 Ha ditahun 2013. Hal ini disebabkan karena peningkatan luas panen menjadi 12.629 Ha untuk padi sawah dan 4.382 untuk padi ladang dengan jumlah produksi gabah dan produksi beras yang juga ikut meningkat. Akan tetapi produktivitas padi sawah mengalami sedikit penurunan dari 38,61 Kw/Ha di tahun 2012, menurun menjadi 38,37 di tahun 2013, sedangkan jumlah konsumsi padi sawah dan padi ladang dan produktivitas padi ladang tidak mengalami perkembangan dari tahun sebelumnya.

2. Jagung

Jagung memiliki peranan penting dan strategis dalam menunjang ketahanan pangan dan perbaikan perekonomian penduduk karena jagung merupakan salah satu bahan makanan pokok sebagian besar masyarakat Sumba Timur selain sebagai pakan ternak dan unggas. Iklim dan kondisi di Kabupaten Sumba Timur sangat mendukung dalam usaha pertanian jagung. Tanaman jagung di tahun 2013 luas tanamnya lebih besar daripada tahun sebelumnya yaitu 14.773 Ha ditahun 2012, meningkat menjadi 17.149 Ha ditahun 2013, namun tidak demikian dengan luas panen yang mengalami sedikit penurunan dari 13.430 Ha di tahun 2012 menjadi 13.131 Ha di tahun 2013. Demikianpun halnya dengan jumlah produksi dan produktivitas jagung yang menurun menjadi 34.446 ton dan 31,18 Kw/Ha ditahun 2013. Hal ini terjadi karena tingkat curah hujan yang rendah atau karena saluran irigasi yang tidak berfungsi secara optimal baik karena rusak maupun karena debit air yang berkurang akibat sendimen dan degradasi lingkungan. Untuk itu perlu ditempuh kebijakan untuk mengoptimalkan lahan yang ada.

 

 

 

 

3. Kedelai

Kacang Kedelai merupakan salah satu komoditi sumber protein nabati yang mempunyai peranan penting dalam peningkatan konsumsi protein masyarakat. Di Kabupaten Sumba Timur, kacang kedelai merupakan salah satu tanaman pangan yang kurang berkembang baik. Disamping itu juga tanaman ini belum banyak diusahakan, dan hal ini terlihat dari luas tanam dan produksi tanaman kedelai. Pada tahun 2013 perkembangan tanaman kedelai semakin menurun dimana luas tanam yang semula di tahun 2012 sebesar 63 ha menurun menjadi 34 Ha dengan luas panen yang juga menurun dari 57 Ha pada tahun 2012 menjadi 22 Ha pada tahun 2013. Hal ini juga menjadi penyebab menurunnya jumlah produksi tanaman kedelai pada tahun 2013 yaitu sebesar 17 ton dari 48 ton pada tahun 2012. Jumlah produktivitas dan konsumsi juga tidak mengalami perkembangan dari tahun semula. Upaya untuk meningkatkan produksi tanaman kedelai yang optimal perlu diperhatikan faktor lingkungan yang ada di lahan dan teknik bercocok tanam yang benar.

 

4. Singkong

Tanaman singkong dan hasil umbi-umbian lainnya sebagai komoditi tanaman bahan pangan mempunyai peranan dan prospek baik sebagai makanan alternative pengganti beras, juga sebagai bahan baku industri dan pakan ternak. Tanaman singkong dan umbi-umbian lainnya mengalami penurunan produksi dari tahun ke tahun, yang tentu saja dipengaruhi oleh luas tanam dan luas panen yang semakin berkurang. Luas tanam di tahun 2013 menurun menjadi 2.856 Ha dari 3.069 di tahun 2012, begitu juga dengan luas panen yang menurun menjadi 2.369 ha dari 2.790 di tahun 2012 dengan produktivitas sebesar 110,64 Kw/Ha. Jumlah konsumsi tidak berubah dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 4.454 ton.

Kesesuaian Lahan Pertanian

Kesesuaian lahan pertanian di Kabupaten Sumba Timur terdiri atas lahan basah dan lahan kering. Pada tahun 2013, luas lahan basah dan lahan kering tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya yaitu 26.486 Ha dan 673.564. Demikianpun halnya dengan jenis-jenis irigasi sawah yang luasnya tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya. Irigasi Sawah Teknis sebesar 3.122 Ha, Irigasi Sawah Setengah Teknis sebesar 8.590 Ha, Irigasi Sawah Sederhana 4.839 Ha, Irigasi Sawah Pengairan Desa/Non PU sebesar 4.178 Ha, Irigasi sawah Tadah Hujan sebesar 5.523 Ha dan Irigasi sawah Lebak/Polder sebesar 234 Ha.