WAINGAPU - Bupati Sumba Timur Drs. Gidion Mbilijora, M.Si bersama anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sumba Timur mengikuti kegiatan Video Conference bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur bertempat di ruang Bupati, selasa (31/03/2020).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Sumba Timur, Ketua Dprd Kabupaten Sumba Timur, Sekretaris Daerah Kaupaten Sumba Timur, Kapolres, Dandim 1601, Kepala Kejaksaan Negeri, Para Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Timur, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kabag Binsos serta Kabag humas dan Protokol.kegiatan diawali dengan mendengarkan laporan dari para Bupati terkait upaya Penanggulangan penularan COVID-19 Di Kabupaten masing - masing.

kesempatan ini Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat menyampaikan beberapa penegasan terkait instruksi presiden dengan langkah - langkah antara lain, langkah yang pertama Wajib melaksanakan pencegahan penularan COVID-19 dengan menerapkan sikap Physical Distancing. langkah yang kedua yaitu Melakukan Pemantauan, Mencatat dan melaporkan penanganan yang dilaksanakan dibidang kesehatan.

langkah selanjutnya pemerintah Kabupaten/Kota wajib mengalokasikan dana minimal sebesar 13 milyar untuk persiapan peanggulangan penularan COVID-19 di daerah masing - masing yaitu dalam bentuk bantuan sosial berupa uang tunai, non tunai dan bantuan pangan kepada rumah tangga miskin. dana yang dialokasikan harus melalui perencanaan dan persiapan yang baik sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

kepada TNI/Polri, Gubernur mengharapkan agar mendampingi pemerintah saat penyerahan bantuan agar betul - betul tepat sasaran, saya memberikan kesempatan selama 6 bulan untuk merancang anggaran tersebut.

"Dalam UU Nomor 6 Thun 2018 disebutkan bahwa penerapan karantina wilayah menjadi kewenangan pemerintah pusat. kegiatan lockdown merupakan kewenangan pemerintah pusat, kemudian akan diatur peraturan pemerintah yang sedang disusu. Kepala daerah yang mengikuti keinginannya untuk berjalan sendiri bisa kena sanksi pidana maksimal 1 tahun. Tugas Bupati adalah melakukan upaya - upaya pencegahan tentang resiko yang akan terjadi apabila sampai ada yang terjangkiti", ucap Gubernur.

Kapolda NTT, Irjen. Pol. Drs. H. Hamidin menginformasikan bahwa jajaran Polri dari tingkat atas sampai bawah akan melakukan penyemprotan cairan desinfektan secara massal. kapolda juga menegaskan kepada para Kapolres Kabupaten/Kota se - NTT agar tidak mengijinkan anggotanya berlibur. "Apabila ada anggota yang ijin karena kepentingan yang mendesak, maka sepulangnya dari luar daerah harus melakukan isolasi diri selama 14 hari", tegas Irjen. Pol. Hamidin.

Sementara itu Danrem 161 Wira Sakti, Brigjend TNI Syaiful Rahman, S.Sos berpesan kepada para Bupati / Walikota agar tetap menjaga kesehatan dan menghimbau setiap kabupaten / Kota agar bersama Pemerintah dan Polri melakukan pengamanan sekaligus sosialisasi kepada masyarakat terkait cara penanggulangan penularan Covid-19. "untuk pulau Sumba akan diperbantukan 100 anggota TNI yang akan difokuskan di bandara dan pelabuhan yang ada di Sumba", ujarnya.

Setelah mengikuti kegiatan rapat koordinasi bersama Gubernur NTT melalui Video Conference, Bupati Sumba Timur Drs. Gidion Mbilijora, M.Si mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumba Timur akan menindaklanjuti Instruksi Presiden yang telah disampaikan oleh Gubernur NTT. Bupati menegaskan agar semua yang telah masuk dalam Gugus Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten SUmba Timur agar Proaktif melaksanakan tugasnya tanpa menunggu perintah tetapi kratif dalam melaksanakan tugas upaya kemanusiaan ini.