Waingapu - Wakil Bupati Kabupaten Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, ST, MT mengikuti Video Conference yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bersama Kementerian Agama dan Pihak Pemerintah Australia dalam hal ini dari Program Direktur "INOVASI", Mark Heyward, Ph.D. kamis (12/05/2020). turut hadir pada kegiatan ini, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumba Timur, Kepala Dinas, Sekretaris serta pejabat Struktural dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur. 

Video Conference Talkshow yang disiarkan secara langsung melalui chanel youtube "INOVASI Pendidikan" ini, dibagi dalam beberapa sesi, sesi Sambutan dan Keynote yang menghadirkan pembicara Mark Heyward, PhD sebagai Direktur Program Inovasi, Michelle Lowe sebagai Counsellor - Human Development DFAT Keduataan Besar Australia, Totok Suprayitno sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Suyitno, M.Ag sebagai Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan dan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama dan seorang Pidato Keynote.

Program Direktur "INOVASI", Mark Heyward, PhD dalam sambutannya mengatakan prgram Inovasi bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah - sekolah yang ada di Indonesia terutama dalam hal pembelajaran Literasi dan Numerasi di empat provinsi di Indonesia (Jawa Timur, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat) yang berusaha untuk meningkatkan mutu di jenjang pendidikan dasar, karena pada akhirnya anak - anak di jenjang pendidikan dasar yang akan turut berkontribusi meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) di Indonesia di masa depan.

fokus utama dalam program Inovasi yang dilaksanakan adalah pelatihan guru dalam kemampuan Literasi dan Numerasi dasar, Pendidikan Inklusif, Kepemimpinan yang berpihak pada pembelajaran, Pemberdayaan orang tua dan keterlibatan masyarakat serta perpustakaan yang ramah anak. Inovasi juga akan memperkuat upaya peningkatan mutu pembelajaran di kelas melalui kerjsama dengan berbagai organisasi pendidikan di daerah.

Mark Heyward menyebutkan salah satu provinsi yang menunjukkan peningkatan kemampuan literasi adalah Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu dari 23 persen menjadi 53 persen. Dan pada angka hasil belajar siswa, kegiatan kemitraan juga telah berhasil memperkecil jurang antara siswa berkebutuhan khusus dan siswa lainnya, yang tadinya 17% menjadi 4%. “Hasil-hasil ini memberikan inspirasi bagi saya, dan saya kira bagi kita semua.”

Michelle Lowe sebagai Counselor - Human Development DFAT Keduataan Besar Australia (Konselor Bidang Pembangunan Manusia) Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia mengatakaan kegiatan ini dapat mendorong para pemangku kepentingan untuk saling belajar dari pengalaman yang dibagikan, dan menemukan berbagai ide dan pendekatan yang dapat diadopsi dan digunakan sesuai konteks di daerahnya masing-masing.

Kualitas pendidikan sangat penting bagi Indonesia dan berkontribusi langsung terhadap pembangunan manusia dan masyarakat, serta angkatan kerja yang produktif di tengah situasi seperti sekarang dimana saat saat ini kita sedang menghadapi dampak dari situasi pandemi Covid-19. Sekolah-sekolah ditutup dan siswa harus belajar di rumah. Hal ini memberikan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi seluruh pemangku kepentingan dalam sektor pendidikan termasuk bagi siswa dan orang tua mereka. Tentu saja solusi atas tantangan tersebut tidak dapat diatasi hanya oleh satu pihak, akan tetapi diperlukan kolaborasi yang kuat dari berbagai pihak untuk mencari jalan keluar kedepannya.

Totok Supriyatno, Ph.D. sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan apresiasi yang tinggi akan dukungan dan kerjasama yang diberikan oleh pemerintah provinsi yang berkomitmen untuk melakukan perubahan. hal ini dilakukan dengan lebih menggali potensi lokal sehingga dapat memberi arah pola pengajaran bagi anak karena akhirnya bertujuan seberapa kompeten mereka, agar mampu berperan penting dan unggul dalam kegiatan yang laksankan.

Talkshow Online Kemitraan Pembelajaran dengan tema "Kolaborasi untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Dasar: Literasi, Numerasi dan Inklusi" bertujuan untuk berbagi hasil dan pencapaian program peningkatan kualitas pendidikan 21 LSM, LPTK dan Organisasi Kemasyarakatan dengan Pemerintah Daerah di 20 kabupaten/kota di Provinsi NTT, NTB, Kalimantan Utara dan Jawa Timur.

Sesi berikutnya, Wakil Bupati Kabupaten Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, ST, MT diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan atau testimoni dari sebagai Nara sumber. "Program Inovasi sangat membantu pemerintah daerah Kabupaten Sumba Timur dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan khususnya jenjang pendidikan sekolah dasar. Ini didasari bahwa angka kemampuan literasi siswa khususnya jenjang pendidikan dasar termasuk kurang dibanding provinsi lain. Dengan program Inovasi yang masuk ada beberapa hal yang dapat dipelajari dengan bermitra Inovai dalam mengentaskan pesoalan Literasi dimana sebelumnya Pemerintah lebih fokus dalam penyediaan sarana prasarana dan meningkatkan atau menambah angka ketersediaan tenaga pendidik tetapi setelah bekerjasama dengan program Inovasi pemerintah daerah mendapat pengalaman bahwa peningkatan kualitas siswa dapat dilakukan dengan program - program yang lebih menyentuh pada mutu pendidikan, antara lain Penguatan Kapasitas Guru, Manajemen Kepala Sekolah, Keterlibatan Orang Tua serta menyediakan sarana kebutuhan buku - buku yang membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan khususnya literasi. Berkaitan dengan kemampuan tenaga pendidik di tingkat dasar khususnya kelas awal yang lebih banyak menggunakan bahasa Ibu (Bahasa Daerah) yang belum fasih berbahasa indonesia, agar siswa bisa tertarik dan beraktifitas di dalam ruang kelas dengan menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar awal dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar awal sehingga siswa tidak merasa asing saat masuk dalam pertama ruang kelas. selanjutnya agar nuansa kelas menyejukkan dan tidak asing bagi anak - anak maka dalam tingkat dasar ini anak - anak diberikan motivasi untuk mengeluarkan imajinasi dan kreativitas dan hasil nya ditempel diruangan kelas yang menjadikan ruangan kelas tersebut tidak seperti berada diruangan asing tepai lebih familiar bagi jiwa anak - anak."

Program INOVASI, sejalan dengan Gerakan Literasi Nasional, akan bekerjasama dengan guru, orang tua, kepala sekolah, pemerintah kabupaten dan pemangku kepentingan kunci lainnya, dalam menemukan dan memahami cara- cara lokal untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa, khususnya yang berkaitan dengan kemampuan literasi dan numerasi, baik itu di kelas maupun di sekolah. Landasan dari Inovasi untuk guru adalah mendidik anak dengan pendekatan Kreativitas (memerdekakan anak).

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud, Iwan Syahril sebagai keynote speaker mengatakan bahwa Kemendikbud menginginkan adanya ekosistem yang kuat sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan. Arahan dari Presiden Repubulik Indonesia adalah kita harus kerja keras, kerja cepat, kerja produktif, tapi jangan lupa fokusnya adalah outcome. Outcome tersebut  adalah sebagai hasil belajar murid. Kita masih perlu kerja keras yang lebih fokus lagi, dan visi Merdeka Belajar adalah visi berfokus kepada murid.”