Bupati Sumba Timur Ikuti Vidcon Bersama Yayasan Satriabudi Dharma Setia

Waingapu - Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si mengikuti pertemuan secara daring melalui video conference bersama Yayasan Satriabudi Dharma Setia (SDS) dan Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) di Rumah Jabatan Bupati, Rabu (26/1/2021).
Pertemuan yang dilaksanakan bersama Yayasan Satriabudi Dharma Setia dan Kemenkomarves dalam rangka membahas permohonan bantuan mesin Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan APD dan rapid test antigen dan antibody serta rencana pengadaan laboratorium pemeriksaan SWAB Di Kabupaten Sumba Timur.
Mendampingi Bupati pada saat pertemuan bersama Yayasan SDS, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumba Timur, Domu Warandoy, SH, M.Si, Kepala Badan keuangan dan Aset Daerah kabupaten Sumba Timur (BKAD), Umbu N Wohangara, dan Plh. Kepala Dinas sekaligus sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Sumba Timur, Tinus Ndjurumbaha, S.KM, dan bergabung secara virtual ditempat terpisah Direktur RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, dr. Lely Harakai, M. Kes dan Wakil Bupati terpilih, David M. Wadu, ST turut mengikuti pertemuan tersebut.
Sementara itu mewakili Kemenkomarves, Jona W Putri sebagai perpanjangan tangan dari Menteri Luhut Binsar Panjaitan yang mendapat tanggung jawab dari Presiden Jokowi untuk menekan laju penularan Corona dengan mempercepat penanganan Covid-19 dan dari Yayasan SDS, Erlina victoria feriani ratu ragalay, S.Si serta dr. Vincentius Simeon Weo Budhiyanto dan Adrian Lembong sebagai Komisaris Mustiko Bawono dan Direktur PT Adaro Power sebagai Donatur dan penyandang dana dari kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Yayasan Satriabudi Dharma Setia (SDS).
Dalam vidcon ini, sebagai moderator Erlina Victoria Feriani Ratu Ragalay, mempersilahkan untuk kesempatan yang pertama
kepada Adrian lembong untuk menjelaskan hal-hal yang akan dilakukan oleh PT.Adaro sebagai penyandang dana dari kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Yayasan SDS.
Adrian lembong memaparkan bahwa Yayasan Satriabudi Dharma Stia (SDS) melalui PT.Adaro bekerjasama dan berkoordinasi dengan Kemenkomarves telah melakukan kerjasama dengan beberapa uninersitas memberikan pinjaman dan selanjutnya dihibahkan alat tes PCR kepada beberapa universitas besar di Indonesia dalam rangka percepatan penanganan laju penyebaran Covid-19 di Indonesia. Hal ini dimaksudkan akan dilakukan juga diwilayah timur Indonesia seperti surat permohonan bantuan yang telah masuk dari kabupaten sumba timur kepada Yayasan SDS sehingga dilaksanakan pertemuan ini dalam rangka memfasilitasi keinginan baik dari pemerintah Sumba Timur dalam mengantisipasi laju peningkatan penyebaran Covid-19.
Selanjutnya Adrian menjelaskan, fasilitas yang akan diberikan bila kerjasama dilakukan adalah sebuah laboatorium mobile yang akan dirakit dalam satu tempat (kontainer) sehingga tidak diperlukan lagi kerja ekstra untuk merakit atau mengatur alat laboratorium yang dimaksud tetapi langsung dapat digunakan untuk beroperasi. Selanjutnya dari tim laboratorium mobile sendiri akan memberikan pelatihan khusus bagi tenaga yang akan bertugas pada laboratorium mobile tersebut bagaimana cara pengoperasian dan menangani sampel - sampel yang akan dan setelah diuji oleh labortorium mobile.
Bupati sumba timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si menjelaskan situasi terkini terkait penanganan covid-19, dimana di awal desember posisi Covid-19 itu sudah nol kasus tetapi di tanggal 12 desember 2020 sampai beberapa hari yang lalu di Sumba Timur posisinya langsung melonjak di 163 orang kasus positif Covid-19 dan semakin berkurang sekarang diposisi 89 kasus positif yang masih sementara dirawat. Butuh waktu lama untuk mendapatkan hasil dari Kupang karena sumba timur harus mengirim sampel untuk diuji di Kupang, hal ini yang menjadi dasar bagi pemerintah kabupaten sumba timur mengajukan permohonan bantuan laboratorium PCR sehingga bila alat yang dimaksud dapat difasilitasi oleh Yayasan Satriabudi Dharma Setia maka pemerintah dapat mempersingkat waktu uji dibanding ketika menunggu hasil laboratorium dari kupang. Hal ini juga dapat membantu tiga kabupaten lain untuk dapat mengirim sampelnya ke sumba timur untuk diuji bila rencana pengadaan laboratorium PCR di Sumba Timur terlaksana.
Jona Widagdo Putri mewakili Kemenkomarves mengatakan sebagai perpanjangan tangan dari Menteri Luhut Binsar Panjaitan yang mendapat tanggung jawab dari Presiden Jokowi untuk menekan laju penularan Corona di Sembilan provinsi dengan mempercepat penanganan Covid-19 dengan baik dan terukur yaitu dengan melihat secara lebih detail dan hati-hati guna menentukan Langkah yang akan diambil kedepan. Tiga strategi yang utama dari pak Menko adalah disiplin, pembentukan karantina terpusat dan manajemen perawatan Covid-19.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumba Timur, Tinus Ndjurumbaha, S.KM menjelaskan dalam pertemuan ini, terkait dengan peningkatan kasus yang terjadi di kabupaten Sumba Timur maka APD yang digunakan oleh Tenaga Kesehatan dan dokter dan rapid tes yang digunakan sangat terbatas. Selanjutnya sampel yang telah diambil akan menumpuk di Sumba Timur karena pesawat yang tidak ada selanjutnya setelah tiba di Kupang akan menumpuk lagi menunggu hasil sekitar dua sampai tiga minggu sehingga dari waktu yang terbuang hanya untuk menuggu hasil saja kurang efektif sehingga kesulitannya adalah ketika deteksi awal yaitu melakukan tracing dan tracking pada suspect sangat kesulitan karena rapid antigen dan rapid antibody yang sudah habis dan terakhir dibantu dari TNI untuk rapid antigen dan rapid antibody untuk digunakan oleh tenaga Kesehatan. Hal ini disampaikan pada saat rapat berlangsung agar Yayasan SDS dapat mengetahui dan memberikan solusi untuk dapat mengadakan APD, alat rapid antigen dan rapid antibody untuk Kabupaten Sumba Timur.
Direktur RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, dr. Lely Harakai, M. Kes, memaparkan untuk Labkesda, Kabupaten Sumba Timur belum mempunyai, hampir diseluruh Rumah Sakit di kabupaten Sumba Timur blm mepunyai Labkesda sedangkan untuk laboratorium swabnya Pemda Kabupaten Sumba Timur bersedia untuk membangunnya, sesuai dengan pembicaraan terakhir yang telah dilakukan bersama yayasan SDS. Terkait pertanyaan dari Adrian Lembong, Untuk menjalankan Labkesda perlu menyiapkan sumber daya manusia yang mumpuni artinya tenaga dokter dan tenaga Kesehatan yang qualified karena kompleksitas dari laboratorium dapat menjamin mutu dari hasil yang didapatkan. Untuk tenaga dalam laboratorium menurut dr. Lely, saat ini kabupaten Sumba Timur memiliki dua spesialis patologis klinis, lima belas analis dan satu sarjana kimia yang akan mengoperasikan bila memiliki laboratorium PCR. Disamping itu tenaga laboratorium juga telah dilakukan pelatihan khusus dalam pengambilan PCR dan Swab sehingga kualifikasi dari tenaga laboratium tersebut dapat diandalkan sesuai standar Kesehatan yang diharuskan.
Ditambahkan dr. Lely, untuk tes TCM sendiri kenapa beberapa waktu lalu kurang efektif disamping dari cartridge yang habis dari mesin TCM itu sendiri, juga hasil tes TCM yang dibawa ke kupang masih menunggu jadwal pesawat dan setelah sampai di kupang masih menunggu lagi hasil lab yang hampir dua sampai tiga minggu baru mendapatkan hasil, ketika mendapatkan hasil transmisi lokal terutama transmisi dalam keluarga di masyarakat sudah terjadi sehingga menyusahkan bagi tenaga kesehatan dalam melakukan tracing dan tracking dari pasien covid. Atas dasar inilah yang menjadi pertimbangan apabila ada laboratorium PCR di Sumba Timur akan dapat membantu kecepatan diagnosa bagi masyarakat sumba timur khususnya dan untuk dapat membantu tiga kabupaten lain di pulau sumba.
Adrian lembong, direktur adora mengatakan dari Fasilitas Kesehatan yang sudah ada di kabupaten Sumba Timur sudah sangat mendukung. Yayasan Satriabudi Dharma Setia (SDS) dalam hal ini diwakili oleh dr. Vincentius Simeon Weo Budhiyanto dan Erlina victoria feriani ratu ragalay, S.Si berkoordinasi dengan Kemenkomarves pada saat ini diwakili oleh Jona Putri akan mengadakan yang artinya akan MEMBANGUN laboratorium SWAB di kabupaten Sumba Timur serta menyediakan alat habis pakai yang dilaksanakan oleh Yayasan Satriabudi Dharma Setia (SDS). Hal yang perlu diperhatikan nanti menurut Adrian adalah alat habis pakai yang nanti dapat disiapkan anggaran untuk alat habis pakai dimana nantinya setelah Yayasan SDS menyediakan ditahap pertama selanjutnya ditahap berikut pemerintah Kabupaten Sumba Timur maupun kabupaten lain yang akan menggunakan fasilitas Kesehatan terkait laboratorium Swab yang berhubungan dengan alat habis pakai terkait penggunaannya dapat menyiapkan dana berhubungan dengan hal tersebut. menambahkan penjelasannya, Adrian lembong mengatakan agar dapat dibentuk satu tim kerja yang dapat mendukung fasilitas Kesehatan yang telah diberikan (laboratorium mobile PCR) maupun yang akan dibangun nantinya (Laboratorium SWAB) dalam hal ini orang yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan kerja kemanusiaan ini.
Erlina Victoria Feriani Ratu Ragalay, S.Si yang nantinya akan menjadi fasilitator dari tim kerja pengadaan laboratorium PCR mobile dan laboratorium Swab mengucapkan syukur dan terimakasih kepada Yayasan SDS dan Adrian lembong terkait pengadaan laboratorium ini merupakan jawaban Doa dari seluruh masyarakat sumba timur khususnya dan masyarakat daratan sumba umumnya karena hasil pertemuan yang memberikan kelegaan ini.
Bupati Sumba Timur melalui kesempatan ini pada saat vidcon berlangsung menunjuk Sekretaris Daerah kabupaten Sumba Timur menjadi Ketua Tim kerja yang nantinya akan berkoordinasi dengan Yayasan SDS dalam hal ini ibu Erlina victoria feriani ratu ragalay, S.Si sebagai fasilitator yang nantinya dibantu oleh Direktur RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, dr. Lely Harakai, M. Kes, Sekretaris Dinas Kesehatan Sumba Timur, Tinus Ndjurumbaha, S.KM dan Kepala Badan keuangan dan Aset Daerah kabupaten Sumba Timur (BKAD) Umbu N Wohangara sebagai Tim Kerja Kabupaten yang akan bahu membahu bekerja dalam pengadaan Laboratorium mobile PCR dan Pembangunan Laboaratorium Swab di Kabupaten Sumba Timur.
Untuk kerjasama dengan tiga kabupaten lainnya di pulau sumba yaitu Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya terkait dengan pemanfaatan laboratorium ini maka Bupati Sumba Timur akan membicarakan terlebih dahulu bersama Bupati tiga kabupaten lain tersebut dimana bila dimanfaatkan untuk satu pulau sumba maka perlu kontribusi dari tiga kabupaten lain terkait APD dan alat lainnya yang merupakan alat habis pakai yang digunakan oleh tenaga Kesehatan dalam laboratorium yang akan dibangun.
Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si, mengatakan ini merupakan kejutan ketika Sumba Timur diberikan kepercayaan untuk dapat dibangun laboratorium Swab ini, untuk itu kabupaten Sumba Timur memberikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi serta ucapan syukur dan terimakasih yang sebesar - besarnya kepada Yayasan Satriabudi Dharma Setia (SDS) karena telah berkorban dan berbesar hati untuk membangun laboratorium Swab serta mengadakan laboratorium mobile PCR untuk kabupaten Sumba Timur karena hal ini akan sangat membantu bagi Kabupaten Sumba Timur Khususnya dan tiga kabupaten lainnya di pulau Sumba.(dd)