Walhi NTT Gandeng IPPMASAL Gelar Diskusi Terkait Belalang

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) NTT bersama IPPMASAL dalam diskusi during via zoom

Zoom Meeting

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) NTT bersama Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Savana Asal Lewa (IPPMASAL) gelar kegiatan diskusi publik secara daring, Kamis (5/5/2022). Diskusi publik mengusung tema Hama Belalang dan Rencana Ekologi di Pulau Sumba. Kegiatan ini melibatkan pembicara dari perwakilan anggota DPRD Sumba Timur Jonathan Behar, Kepala BP3K Kecamatan Lewa dan warga terdampak hama belalang.

Elisabeth Uru Ndaya salah satu warga terdapak di Desa Tana Tuku, Kecamatan Nggaha Ori Angu mengaku mereka terpaksa panen padi lebih cepat akibat serangan belalang. Kami terpaksa harus panen padi yang belum cukup umur," ungkap Elisabeth. Menyikapi hal tersebut Direktur Eksekutif Walhi NTT Umbu Wulang Tanaamah Paranggi mengungkapkan akumulasi hama belalang dikarenakan pengabaian terhadap lingkungan. Kita sedang mengalami krisis lingkungan jelas Umbu Wulang. Dia juga menambahkan hama belalang masuk bencana ekologis karena adanya krisis ekologi, dampak negatif dan berpotensi menghancurkan peradaban.

Menghancurkan peradaban apabila pemerintah terus mendorong pembangunan yang tidak ramah terhadap daya dukung lingkungan.

Senada dengan Umbu, Anggota DPRD Kabupaten Sumba Timur, Jonathan Behar berharap adanya partisipasi pemerintah lintas kabupaten di Sumba dalam mengatasi masalah belalang. Saya harap partisipasi kabupaten tetangga yakni Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya sehingga melahirkan MoU untuk menyelesaikan persoalan hama belalang ungkapnya.

pemerintah harus segera menyiapkan cadangan pangan bagi masyarakat terdampak.Untuk mengatasi rawan pangan kita perlu data secara detail kerugiannya agar dapat disiapkan cadangan pangan.

#Pertanian
SHARE :
AGENDA
LINK x TERKAIT