Pariwisata

Dalam pelaksanaan urusan pilihan, pariwisata di Kabupaten Sumba Timur memiliki peranan yang cukup penting dan strategis, hal ini dikarenakan kepariwisataan merupakan suatu kegiatan bersifat multidimensional, bukan hanya bagi Kabupaten Sumba Timur itu sendiri tetapi dapat menunjukan identitas Kabupaten Sumba Timur ke dunia luar bahwa Sumba Timur merupakan salah satu wilayah yang sangat layak diperhitungkan untuk disinggahi sebagai kota wisata baik bagi wisatawan dalam negeri maupun luar negeri.

Untuk itu dalam pengembangan dunia kepariwisataan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur turut melibatkan seluruh aspek kehidupan masyarakat bersama-sama sebagai penggerak untuk lebih mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki daerah dengan mengedepankan kehidupan masyarakat Kabupaten Sumba Timur yang secara sosiologis masyarakat Kabupaten Sumba Timur bersifat majemuk dan multikultur dapat memberikan kekhasan terhadap seni dan budaya yang harmonis.

Pemerintah Kabupaten Sumba Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sumba Timur menyelenggarakan berbagai program dan kegiatan yang mencakup keseluruhan pengembangan kepariwisataan dalam berbagai event. Pemerintah Kabupaten Sumba Timur terus menerus mempromosikan tempat-tempat wisata potensial yang ada dengan berbagai tema antara lain: wisata heritage, wisata religi, wisata alam, wisata tradisi / budaya.

Pemerintah Kabupaten Sumba Timur terus berupaya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pariwisata, sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sumba Timur, yang pada akhirnya dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumba Timur dari sektor pariwisata. Capaian kinerja Kepariwisataan di Kabupaten Sumba Timur digambarkan pada tabel berikut.

Realisasi Capaian Indikator Kinerja Pariwisata Kabupaten Sumba Timur

Tahun 2016-2020

No

INDIKATOR KINERJA

 

 

TAHUN

 

 

 

 

2016

2017

2018

2019

2020

1

Jumlah Kunjungan

16.353

25.629

38.350

45.111

1.753

 

Wisatawan Manca Negara

1.399

1.042

1.746

1.016

229

 

Wisatawan Nusantara

14.954

24.587

36.604

44.095

1.524

2

Rata - rata Pengeluaran

 

 

 

550.000

600.000

3

Rata - rata Lama Tinggal

 

 

 

3

3,5

4

Besaran Kontribusi Sektor

 

87.670.0

69.650.0

51.400.00

31.150.0

Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Timur

Salah satu faktor pendukung sektor pariwisata adalah jasa penginapan. Fasilitas jasa dan perhotelan di Kabupaten Sumba Timur masih terbatas dan semuanya berlokasi di Kecamatan Kota Waingapu yang merupakan Ibukota Kabupaten Sumba Timur. Fasilitas jasa untuk menunjang pariwisata di Kabupaten Sumba Timur tahun 2020 antara lain : hotel sebanyak 10 buah, Wisma/penginapan sebanyak 21 buah. Sedangkan untuk restoran/rumah makan terdapat 33 buah, Pub dan Karaoke sebanyak 2 buah.

Sektor pariwisata merupakan salah satu sumber pendapatan masyarakat dan pendapatan daerah jika obyek tersebut dikelolasecara profesional. Obyek wisata yang berada di Kabupaten Sumba Timur masih terbatas pada obyek Wisata Alam dan Bahari, di samping itu terdapat obyek Wisata Budaya berupa perkampungan adat dan sentra tenun Ikat Sumba. Sektor ini belum mendapat sentuhan baik terhadap prasarana maupun sarana pendukungnya, padahal di lain pihak Kabupaten Sumba Timur memiliki kekayaan budaya, alam dan bahari yang sangat potensial, hal ini terbukti banyaknya turis mancanegara yang telah mengenal dan bahkan memanfaatkan obyek-obyek wisata tersebut tanpa memberikan kontribusi terhadap penerimaan daerah ini, di samping itu untuk wisata bahari antara lain Sumba Timur telah melakukan event berskala nasional berupa lomba pancing. Kegiatan ini diharapkan akan menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Sumba Timur.

Adapun obyek-obyek wisata yang berada di Kabupaten Sumba Timur adalah sebagai berikut :

  1. Perkampungan sentra tenun ikat Sumba di Prailiu dan Lambanapu.
  2. Kolam Renang Matawai di Kota Waingapu.
  3. Wisata     pantai    di   Kalala,    Walakari,     Londalima,Watu      Parunu,Katundu, Waihungu, Puru Kambera dan Tarimbang.
  4. Perkampungan adat dan sentra tenun ikat di Praiyawang – Rindi dan Pa’U Umalulu.
  5. Perkampungan sentra tenun ikat di Kaliuda yang terkenal dengan Kain Kaliuda, Kampung Pa’U dan Watu Puda dengan Kain Pahikungnya.
  6. Sentra Tenun Ikat di Kanatang dan Hambapraing.
  7. Wisata Pantai dan Selancar di Tarimbang dan Pindu Hurani – Tabundung dan Pantai Praibakul – Katala Hamu Lingu.
  8. Wisata air terjun terdapat di Kecamatan Tabundung yaitu La Puti di Desa Praingkareha, Waikanabu Desa Waikanabu, Lakulu Desa Pindu Hurani, Kecamatan Kanatang yaitu air terjun Gunung Meja di Desa Kuta, Kecamatan Kahangu Eti air terjun Kamanggih di Desa Kamanggih, Kecamatan Paberiwai air terjun Hiru Manu Desa Kananggar, Kambata Mapambuhang yaitu air terjun Waibara Desa Mahu Bokul, La Kolat Desa Maidang.
  9. Kawasan Taman Nasional Wanggameti-Laiwanggi yang meliputi Kecamatan Tabundung, Pinu pahar dan Matawai La pawu serta Kawasan Taman Nasional Tanadaru - Manupeu yang meliputi wilayah Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Sumba Tengah.
  10. Perkampungan adat terdapat pada Kecamatan Haharu yaitu perkampungan adat Wunga dan Rambangaru, Kecamatan Kanatang yaitu perkampungan adat Prainatang, Kecamatan Kambera yaitu perkampungan adat Prailiu, Kecamatan Pandawai yaitu perkampungan adat Kawangu dan Watumbaka, Kecamatan Umalulu yaitu perkampungan adat Tambahak dan Uma Bara, Kecamatan Rindi yaitu Perkampungan adat Praiyawang, Kecamatan Tabundung yaitu perkampungan adat Praibakul, Kecamatan Lewa yaitu perkampungan adat Praikalitu dan Wundut, Kecamatan Pahunga Lodu perkampungan adat Kaliuda.
  11. Wisata pantai di Pulau Salura dan pulau Manggudu.
  12. Wisata Goa alam di Paumbapa dan Goa alam Laiwanggi Desa Praikareha Kecamatan Tabundung dan Goa Sarang Burung Walet di Uma Manu Desa Uma Manu Kecamatan Lewa Tidas.
  13. Situs Budaya yang dilindungi yaitu Situs Lambanapu dan Rumah adat Kahawa, Rumah adat dan tenun ikat Palamarung di Kelurahan Lambanapu Kecamatan Kambera, Rumah Adat Prainatang di Desa Mondu Kecamatan Kanatang, Situs Oka Watu di Desa Lambakara Kecamatan Pahunga Lodu, Rumah Adat Praing Wunga di Desa Wunga Kecamatan Haharu, situs Hamuparengu di Desa Hambapraing Kecamatan Kanatang, Rumah adat dan Kuburan Megalitik di Praiyawang Desa Rindi Kecamatan Rindi, Kuburan Tempayan di Kelurahan Lumbukore Kecamatan Umalulu, Rumah adat dan tenun ikat Kaliuda di Desa Kaliuda Kecamatan Pahunga Lodu.

 

Dan masih banyak obyek wisata lainnya seperti Upacara Pemakaman, Perkawinan dan sanggar-sanggar seni yang belum dikemas sebagai salah satu daya tarik wisata dan sumber penghasilan baik bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.

Untuk meningkatkan promosi dan peran sektor Pariwisata dalam pembangunan daerah, maka tahun 2010 telah disusun Rencana Tata Ruang Kawasan Pariwisata Praibakul – Pindu Harani yang meliputi desa-desa pesisir wilayah Kecamatan Katala Hamu Lingu dan Kecamatan Tabundung. Untuk itu pembangunan infrastruktur ke obyek-obyek wisata perlu mendapat perhatian serius berbagai pihak sehingga mendukung perkembangan kepariwisataan.