Kehutanan

Kontribusi sub sektor Kehutanan terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Sumba Timur masih tergolong kecil bila dibandingkan dengan sub sektor lainnnya pada sektor pertanian. Walaupun peran sub sektor tersebut terhadap perekonomian Sumba Timur relatif terbatas, akan tetapi mengingat pentingnya keseimbangan ekologis, maka pengembangan dan pemeliharaan konservasi sumber daya alam dan lingkungan merupakan hal yang tak terhindarkan untuk dikembangkan mengingat saat ini isu pemanasan global dan isu lingkungan tidak saja menjadi isu nasional akan tetapi menjadi isu Internasional. Di samping itu kondisi lingkungan alam Sumba Timur membutuhkan penanganan yang bersifat segera mengingat saat ini cenderung mengalami degradasi lingkungan.

Berdasarkan Data Statistik tahun 2021 Luas hutan yang ada di Kabupaten Sumba Timur adalah sebesar 241.348,95 ha yang didominasi oleh Hutan Lindung dengan menempati  areal seluas 75.286,18 ha atau sebesar 31,19 persen, dan areal Hutan Konversi seluas 57.885,92 ha atau sebesar 24,04 persen serta areal Taman Nasional seluas 57.443,943 ha atau sebesar 23,98 persen, Sisanya terdiri dari hutan produksi tetap seluas 25.380,66 ha atau 10,52 persen, hutan produksi terbatas seluas 19.048,05 ha atau 7,89 persen, kawasan swaka alam seluas 5.816,27 ha atau 2,41 persen dan hutan untuk kepentingan penelitian (Wana Riset) seluas 487,930 ha atau 0,20 persen dari luas hutan di Kabupaten Sumba Timur.

Salah satu tanaman khas daerah yang pernah mengharumkan nama Pulau Sumba adalah Tanaman Cendana yang populasinya cenderung berkurang. Pada saat ini minat masyarakat untuk mengembangkan cendana meningkat sejalan dengan tekad Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai Provinsi Cendana dan adanya tekad Pemerintah Kabupaten Sumba Timur bersama masyarakat untuk kembali membudidayakan tanaman Cendana sebagai tanaman kebanggaan daerah.

Berdasarkan data Dinas Kehutanan Kabupaten Sumba Timur, terdapat beberapa kekayaan flora di Kabupaten Sumba Timur berupa pohon khas Sumba yaitu Injuwatu (Pleiogynium Timorensisi), Kaduru (Plaquim sp), Tera (Artocarpus sp), Lobung (Decospermiun sp), Walakiri (Erythrina Subumbrars), Mara (Tetrameles Nudiflora), Wangga Kahembi (Schleira deosa), Beringin (Fiscus sp), Hurani (Toona Sureni) dan Cendana (Santalum Album). Kekayaan fauna bahwa ada 8 jenis burung yaitu Julang Sumba (Aceros Everetti), Kakatua Jambul Jingga (Cacatua Sulphurea), Gemak Sumba (Turnis Everetti), Punai Sumba (Treron Teysmani), Walik Rawamanu (Ptilonopus dohertyii), Senyap Madu Sumba (Nektarinana Buettikoferi), Sikatan Sumba (Ficeduka Harteti), Punggok Wengi (Nixon Rodolffi).