Kesehatan.

Urusan Wajib Kesehatan

Peningkatan kualitas kesehatan masyarakat merupakan prioritas pembangunan baik di tingkat pusat atau di tingkat daerah. Derajat kesehatan masyarakat yang semakin baik dan kehidupan masyarakat yang lebih layak, merupakan faktor  penggerak  dalam mewujudkan  kesejahteraan  masyarakat di daerah.

Dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat di bidang kesehatan, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Timur telah melakukan upaya untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat dari semua lapisan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang adil, mudah, murah, dan merata.

Penyelenggaraan program kesehatan di Kabupaten Sumba Timur, tidak hanya menekankan kepada upaya kuratif dan rehabilitatif, akan tetapi Pemerintah Kabupaten Sumba Timur melalui Dinas Kesehatan juga melakukan upaya promotif dan preventif dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Usia Harapan Hidup

Usia Harapan Hidup merupakan komponen yang memberikan kontribusi terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Derajat kesehatan pada suatu daerah pada dasarnya dapat dilihat dari seberapa lama harapan hidup yang mampu dicapai. Semakin lama harapan hidup masyarakat yang mampu dicapai menggambarkan semakin tinggi derajat kesehatannya. Usia Harapan Hidup menunjukkan kualitas kesehatan masyarakat, yaitu mencerminkan “lamanya hidup” yang merupakan hasil dari pelaksanaan pembangunan kesehatan. Tren perkembangan Usia Harapan Hidup di Kabupaten Sumba Timur selama kurun waktu tahun 2016 hingga 2020 dapat dilihat pada tabel berikut ini:

No

Indikator Sasaran

 

 

Tahun

 

 

 

 

2016

2017

2018

2019

2020

1

Indeks Pembanguan Manusia (IPM)

63.22

64,19

64,65

65,34

65,52

2

Usia Harapan Hidup (Tahun)

64,00

64,12

64,45

64,69

65,13

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur Tahun 2021

Angka Kematian Ibu

Angka kematian Ibu mengacu pada jumlah wanita meninggal dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidentil) selama kehamilan dan status gizi serta kondisi kesehatan ibu dalam hal tingkat pelayanan kesehatan terutama untuk pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, kondisi kesehatan ibu saat melahirkan, perawatan dan pelayanan kesehatan ibu pada masa nifas (42 hari setelah melahirkan) tanpa memperhitungkan lama kehamilan per 100.000 kelahiran hidup. Tingkat Angka Kematian Ibu (AKI) terhadap perbaikan pelayanan kesehatan menjadikannya indikator keberhasilan pembangunan sektor kesehatan.

Berdasarkan target SDG’s, pada tahun 2030 mengurangi rasio angka kematian ibu hingga kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan capaian Kabupaten Sumba Timur Tahun 2020 sebesar 11 per 100.000 kelahiran hidup. Hal ini menunjukkaan bahwa angka kematian ibu di Kabupaten Sumba Timur masih rendah jika dibandingkan dengan target SDG's. Untuk menurunkan angka kematian ibu, Pemerintah Daerah melakukan peningkatan pelayanan kesehatan melalui peningkatan sarana dan prasarana kesehatan, penyediaan tenaga medis dan non medis sesuai kebutuhan, peningkatan kompetensi tenaga medis dan non medis, penyediaan biaya pendukung kesehatan dan pembebasan biaya pelayanan kesehatan dasar bagi keluarga miskin diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Sumba Timur.

Angka Kematian Ibu di Kabupaten Sumba Timur Tahun 2016-2020

No

Nama kecamatan

Jumlah kematian ibu

2016

2017

2018

2019

2020

1

KOTA WAINGAPU

4

2

2

1

0

2

KAMBERA

3

0

0

1

2

3

PANDAWAI

1

1

0

0

0

4

KAMBATA MAPAMBUHANG

0

0

0

0

1

5

KAHAUNGU ETI

0

0

0

0

0

6

UMALULU

1

0

2

0

1

7

RINDI

0

1

0

0

0

8

PAHUNGA LODU

0

0

1

1

0

9

WULLA WAIJELU

0

0

1

1

1

10

MATAWAI LAPAWU

0

0

0

1

1

11

PABERIWAI

0

0

0

0

1

12

MAHU

0

0

0

0

0

13

KARERA

0

0

0

0

0

14

NGADU NGALA

0

2

0

0

1

15

PINU PAHAR

0

0

1

0

0

16

TABUNDUNG

1

1

0

1

1

17

KATALA HAMULINGU

0

0

0

0

0

18

LEWA

1

1

0

1

0

19

LEWA TIDAHU

0

0

0

1

0

20

NGGAHA ORI ANGU

0

0

0

0

1

21

KANATANG

0

0

0

0

1

22

HAHARU

0

0

0

0

0

 

TOTAL

11

8

7

8

11

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur Tahun 2021

Angka Kematian Bayi

Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator yang lazim digunakan untuk menetukan derajat kesehatan masyarakat, baik pada tingkat Kabupaten maupun tingkat Provinsi maupun nasional, dimana program pembangunan kesehatan banyak menitikberatkan pada upaya penurunan AKB. Angka kematian bayi adalah banyaknya bayi yang meninggal pada fase antara kelahiran hingga bayi belum mancapai usia 1 (satu) tahun per 1000 kelahiran hidup pada tahun yang sama. Jika dilihat dari tingkat kematian bayi, maka pada tahun 2017 - 2019 mengalami penurunan menjadi 54 kasus ( tahun 2017 ), 45 kasus ( tahun 2018 ) dan 20 kasus ( tahun 2019 ) dari 65 kasus yang terjadi pada tahun 2016, namun pada tahun 2020 kembali mengalami peningkatan menjadi 73 kasus. Hal ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka kematian bayi masih membutuhkan penanganan yang lebih baik dan kolaborasi dari semua perangkat daerah.

Tren perkembangan angka kematian bayi di Kabupaten Sumba Timur selama kurun waktu tahun 2016 hingga 2020 dapat dilihat pada tabel berikut ini:

No

Nama Kecamatan

Jumlah Kematian Bayi

2016

2017

2018

2019

2020

1

KOTA WAINGAPU

2

1

1

0

0

2

KAMBERA

10

5

3

2

5

3

PANDAWAI

4

5

6

2

6

4

KAMBATA MAPAMBUHANG

7

3

0

0

3

5

KAHAUNGU ETI

7

3

2

2

5

6

UMALULU

5

5

4

2

6

7

RINDI

1

4

3

1

4

8

PAHUNGA LODU

4

2

4

1

3

9

WULLA WAIJELU

6

0

4

2

4

10

MATAWAI LAPAWU

5

3

2

1

2

11

PABERIWAI

2

3

6

1

0

12

MAHU

0

0

0

0

4

13

KARERA

1

2

1

0

6

14

NGADU NGALA

0

3

0

0

0

15

PINU PAHAR

3

4

2

2

2

16

TABUNDUNG

2

5

3

0

4

17

KATALA HAMULINGU

0

0

1

0

0

18

LEWA

3

0

0

0

10

19

LEWA TIDAHU

1

3

0

0

6

20

NGGAHA ORI ANG

2

1

0

1

0

21

KANATANG

0

2

0

2

2

22

HAHARU

0

0

3

1

1

 

TOTAL

65

54

45

20

73

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur Tahun 2021

Prevelensi Balita Stunting

Persoalan stunting merupakan salah satu persoalan di sektor kesehatan yang membutuhkan intervensi yang cepat dan tepat terhadap tumbuh kembang anak selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) melalui kebijakan dan program/kegiatan baik secara spesifik maupun sensitif. Upaya Pemerintah Daerah dalam melakukan pencegahan dan penanganan stunting telah dilakukan melalui aksi-aksi konvergensi dengan melibatkan multistakeholder pada semua aras. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) bahwa angka prevelensi stunting di Kabupaten Sumba Timur mengalami penurunan dari Tahun 2013 sebesar 51,3 persen menjadi 39,3 persen pada Tahun 2018 atau menurun sebesar 12 persen. Pada tahun 2019- 2020, upaya pencegahan dan penanganan stunting telah dilakukan Pemerintah Daerah melalui aksi konvergensi dengan menentukan lokasi prioritas penanganan stunting untuk lebih focus dalam menurunkan prevelensi angka stunting.

Tren perkembangan Kasus kasus di Kabupaten Sumba Timur selama kurun waktu tahun 2019 hingga 2020 dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Kasus Balita Sunting  Kabupaten Sumba Timur Tahun 2019-2020

No

Kecamatan

Tahun 2019

Tahun 2020

Balita

Balita Stunting

Prevelensi Stunting

Balita

Balita Stunting

Prevelensi Stunting

1

Haharu

171

94

55,0

492

169

34,3

2

Kahaungu Eti

129

65

50,4

872

368

42,2

3

Kambata Mapambuhang

264

17

6,4

375

84

22,4

4

Kambera

1662

142

8,5

1987

191

9,6

5

Kanatang

412

133

32,3

834

344

41,2

6

Karera

549

243

44,3

620

204

32,9

7

Katala Hamu Lingu

367

146

39,8

396

140

35,4

8

Kota Waingapu

1011

46

4,6

1654

66

9,2

9

Lewa

129

42

32,6

1081

323

29,9

10

Lewa Tidahu

599

263

43,9

619

198

32,0

11

Mahu

166

80

48,2

625

187

29,9

12

Matawai La Pawu

499

211

42,3

606

179

29,5

13

Ngadu Ngala

498

140

28,1

418

97

23,2

14

Nggaha Ori Angu

533

258

48,4

743

220

29,6

15

Pahunga Lodu

927

282

30,4

1201

279

23,2

16

Pandawai

1025

333

32,5

1538

239

15,5

17

Pinupahar

750

233

31,1

637

118

18,5

18

Rindi

76

15

19,7

771

75

9,7

19

Tabundung

480

189

39,4

671

151

40,5

20

Umalulu

155

6

3,9

1671

122

7,3

21

Wulla Waijelu

719

81

11,3

789

139

17,6

22

Paberiwai

 

 

 

305

168

55,1

 

TOTAL

11.121

3.019

27,1

18.905

4.061

21,5

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur Tahun 2021