Direktur Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi Ditjen Kebudayaan Kemendikbud, Dra. Sri Hartini, M.Si, didampingi Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si meresmikan penggunaan Rumah Adat di kampung “Praing Lewa Paku”  Kecamatan Lewa Paku yang ditandai dengan pemukulan gong pada Senin 03 November 2014. Dalam sambutannya, Dra. Sri Hartini, M.Si mengatakan bahwa melestarikan kebudayaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja namun menjadi tanggung jawab kita semua, masyarakat secara langsung juga harus bertanggung jawab atas kelestarian kebudayaan termasuk rumah adat/desa adat, pemerintah hanya memberi stimulus atau rangsangan  saja. Pelestarian budaya menjadi penting karena ruh dari pembangunan secara keseluruhan adalah pada kebudayaan. Menutup sambutannya, direktur Dra. Sri Hartini menyampaikan bahwa baik pusat, daerah kabupaten dan provinsi bertujuan sama yaitu membangkitkan komunitas-komunitas budaya yang ada di daerah masing-masing dalam rangka pelestarian kebudayaan dan tentu juga ingin menguatkan jati diri dan karakter kita.

 

 

Selanjutnya, Bupati Sumba Timur mengawali sambutannya dengan menyampaikan ucapan terimakasih yang tulus kepada direktur Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi Ditjen Kebudayaan Kemendikbud atas kepedulian dan dukungan penuh dalam pembangunan rumah adat tersebut. Bukan dengan maksud untuk membangkitkan kembali feodalisme tetapi supaya orang Sumba tidak melupakan budayanya sendiri. Menurut Bupati sudah beberapa kampung yang mendapat bantuan dari pemerintah pusat dan kedepan direncanakan untuk kampung adat Prailiu. Kebangkitan budaya tersebut untuk menunjukkan jati diri sebagai Orang Sumba. Harapannya agar seluruh aktivitas budaya  komunitas masyarakat setempat dapat dilaksanakan di tempat tersebut. Tentu sebagai bagian dari komunitas budaya kita memiliki kewajiban moral dan kewajiban sosial untuk memelihara budaya yang ada di Sumba Timur. Secara khusus Bupati menyatakan bahwa kehadiran lembaga yang dipimpin Pater Robert Ramona, CSSR merupakan satu peluang untuk mengembangkan dan mempertahankan budaya Sumba yang ada.

Pada acara tersebut, yang juga berkesempatan menyampaikan sambutan adalah Direktur Lembaga Studi dan Pelestarian Budaya Sumba, Pater Robert Ramona, CSSR. Beliau menyampaikan bahwa kesempatan hari ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan budaya lokal agar tidak hilang begitu saja, sehingga suasana kekerabatan, suku, kabisu dapat dihidupkan kembali. Pelestrian budaya Sumba menjadi hal yang penting dan pokok bagi orang Sumba untuk melestarikan hal-hal positif yang berkaitan dengan kebaikan, cinta kasih, gotong royong yang merupakan monumen hidup sebagai orang Sumba dan mempunyai akar budaya yang kuat, untuk itu kita semua turut serta bertanggung jawab dalam pelestarian budaya.

Kedatangan Direktur Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi Ditjen Kebudayaan Kemendikbud bersama Bupati Sumba Timur beserta rombongan di lokasi rumah adat tersebut disambut dengan tarian tradisional Sumba Timur dan pengalungan kain tenun ikat khas Sumba Timur. Acara peresmian yang berlangsung sangat hikmat dan dalam suasana yang penuh kekeluargaan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pimpinan SKPD, Camat, Lurah / kepala desa se Kec. Lewa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan wartawan, serta tamu undangan lainnya.