Pertambangan dan Energi

Energi dan Sumber Daya Mineral

Energi adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera. Energi alam bisa terdapat dimana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, udara dan lain sebagainya. Dalam pembangunan suatu daerah (kota), maka energi memiliki peranan yang sangat penting untuk menggerakkan segala aktivitas perekonomian di suatu daerah.

Di sisi lain, selain memiliki manfaat yang sangat signifikan di dalam sendi- sendi kehidupan dan perekonomian, energi juga harus dimanfaatkan serta dikelola dengan bijak, karena energi juga memiliki efek yang kurang baik. Salah satunya adalah polusi dan berkurangnya sumber energi yang ada di perut bumi jika dipakai terus menerus.

Beberapa sasaran kebijakan yang secara rinci diatur dalam Perpres Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional yaitu terwujudnya elastisitas energi di bawah 1 pada tahun 2025 dan pengurangan porsi BBM dalam komposisi energi primer hingga 20 persen dan optimalisasi bahan bakar batubara dan gas masing-masing lebih dari 33 persen dan 30 persen, serta sisanya dengan menumbuhkan sumber energi baru terbarukan (EBT). Untuk mencapai sasaran tersebut, terdapat dua kebijakan, yaitu (i) kebijakan utama yang mengatur penyediaan, pemanfaatan, kebijakan harga dan konservasi alam; dan (ii) kebijakan pendukung, yang mengarah kepada pengembangan infrastruktur, kemitraan pemerintah dan swasta, serta pemberdayaan masyarakat.

Salah satu kebijakan di bidang energi yang ada di Kabupaten Sumba Timur adalah pemanfaatan energi terbarukan dengan pemanfaatan energi listrik bagi kebutuhan rumah tangga. Sumba Timur adalah wilayah yang memiliki cukup banyak potensi energi terbarukan, seperti Sumber Daya Air, Tenaga Angin, Matahari dan berbagai potensi energi terbaru yang dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat. Oleh karena Pemerintah Pusat saat ini menempatkan Pulau Sumba Timur sebagai Sumba Iconic Island dengan orientasi pemanfaatan energi baru terbarukan, baik untuk penerangan rumah tangga maupun dalam mendukug usaha masyarakat. Pemanfaatan energi baru terbarukan tersebut dengan mendukung peningkatan Rasio elektrifikasi di Kabupaten Sumba Timur, karena telah banyak daerah-daerah pedesaan yang ada telah mendapatkan akses listrik dengan kapasitas yang memadai. Data Kelistrikan di Sumba Timur dapat diikuti dalam tabel berikut:

Perkembangan Kelistrikan di Sumba Timur Tahun 2020

No

Kecamatan

Jumlah rumah

Total berlistrik

Belum berlistrik

1.

Kota Waingapu

5.100

5.258

1.230

2.

Pandawai

897

1.106

2.217

3.

Matawai Lapawu

312

480

816

4.

Kahaungu Eti

26

557

1.301

5.

Karera

494

632

1.242

6.

Rindi

566

732

1.242

7.

Pahunga Lodu

878

987

1.925

8.

Wula Waijelu

654

854

778

9.

Paberiwai

197

309

999

10.

Haharu

354

550

851

11.

Tabundung

94

356

1.642

12.

Umalulu

1.184

1.474

2.061

13.

Nggaha Ori Angu

315

512

1.479

14.

Lewa

610

895

2.418

15.

Pinu Pahar

357

581

1.026

16.

Kanatang

274

337

1534

17.

Kambata Mapambuhang

102

269

564

18.

Kambera

4.435

4.724

1.625

19.

Lewa Tidahu

97

377

1.083

20.

Mahu

-

80

1.004

21.

Ngadu Ngala

280

381

823

22.

Katala Hamulingu

223

362

502

Sumber : Sumba Timur Dalam Angka, 2021

Bardasarkan data kelistrikan yang tercantum dalam tabel di atas dapat dlihat bahwa penduduk Sumba Timur yang masih belum memiliki akses terhadap sumberdaya listrik masih cukup banyak. Hal tersebut tentunya bukan semata menjadi Tanggung Jawab PLN sebagai Perusahan Listrik Negara yang juga memiliki keterbatasan, baik sumber daya maupun penganggaran namun menjadi tanggung semua pihak untuk memberikan perhatian terhadap akses tenaga listrik bagi penduduk Kabupaten Sumba Timur. Dengan demikian kebijakan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang diterapkan di Kabupaten Sumba Timur menjadi alternatif solusi yang dapat diambil dan didukung agar seluruh masyarakat Sumba Timur dapat memperoleh akses penerangan yang memadai, baik yag dilayani oleh Perusahan Listrik Negara maupun yang difasilitasi oleh Kementerian ESDM dengan Energi Baru Terbarukan (EBT).