PERTANIAN

Kondisi Kabupaten Sumba Timur yang agraris, menjadikan sektor pertanian berkontribusi secara dominan dalam pembangunan ekonomi Kabupaten Sumba Timur. Pembangunan di bidang pertanian diarahkan untuk mewujudkan masyarakat pertanian yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.

Sub sektor pertanian merupakan sektor primadona yang mendominasi perekonomian Kabupaten Sumba Timur. Dikatakan demikian karena sub sektor ini merupakan sub sektor yang paling dominan dalam pembentukan PDRB dan sekaligus sebagai Sub sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Disisi lain dominasi sub sektor pertanian dalam struktur perekonomian belum diimbangi dengan pertumbuhan yang memadai, atau dengan kata lain masih bersifat pertanian subsisten dan belum berorientasi pasar. Hasil pertanian yang ada cenderung banyak dikonsumsi dan hanya sedikit yang dapat diantar pulaukan.

Upaya yang telah dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Timur dalam meningkatkan kinerja pembangunan di bidang pertanian diantaranya, yaitu mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan, meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM pertanian, dan mendorong tumbuh kembangnya usaha pertanian yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Jenis tanaman pangan yang dikembangkan di Kabupaten Sumba Timur adalah padi (padi sawah dan padi ladang), Palawija (jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang kedele dan kacang hijau, dan hortikultura (buah-buahan dan sayur-sayuran). Adapun perkembangan tanaman padi sawah, padi ladang, jagung dan kedelai Tahun 2016-2020 dapat diikuti pada tabel berikut :

Produktifitas Padi, Jagung dan Kedelai Tahun 2016-2020 (Ton/Ha)

No.

Indikator

2016

2017

2018

2019

2020

1

Padi Sawah

4,13

4,03

3,04

3,24

4,13

2

Padi Ladang

3,87

3,27

2,12

2,12

3,57

3

Jagung

3,54

3,14

2,61

2,88

3,28

4

Kedelai

0,87

0,84

0,82

0,77

0,39

Sumber : Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Sumba Timur, 2021

Produktivitas adalah jumLah seluruh produksi dibagi luas panen. Dari data yang tercantum dalam tabel tersebut dapat diimplikasikan bahwa program nasional dengan orientasi perkembangan Pajale (padi, jagung dan kedelai) telah berkembang cukup baik di Kabupaten Sumba Timur. Data yang tercantum dalam tabel menunjukan peningkatan yang cukup signifikan dari tahun 2016 sampai tahun 2020 dan kondisi ini telah memberikan kontribusi yang cukup kuat dalam pembentukan sektor PDRB sub sektor pertanian. Selain padi jagung dan kedelai, tanaman pertanian lainnya yang cukup dominan dalam pembentukan PDRB Sumba Timur adalah Kacang Tanah, Kacang Hijau dan Umbi-Umbian yang dapat dilihat perkembangan pada tabel berikut.

Produktivitas Kacang Tanah, Kacang Hijau, Ubi Kayu dan Ubi Jalar Tahun 2020

No

Komoditi

Luas panen (ha)

Produksi (ton)

Produktivitas (ton/ha)

1

Ubi kayu

2.675

27.420

102,47

2

Ubi jalar

714

5.232

73,28

3

Kacang tanah

1.406

1.583

11,26

4

Kacang hijau

2.234

58

2,48

Sumber : Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Sumba Timur 2021

Kondisi tanaman kacang tanah, kacang hijau dan umbi-umbian di atas menunjukan bahwa tanaman alternatif pangan di Kabupaten Sumba Timur sesungguhnya dapat berkembang secara baik. Data luas panen dan produksi tanaman pertanian di atas menunjukan bahwa Sumba Timur adalah wilayah yang cukup potensial dalam pengembangan tanaman pangan alternatif dengan nilai kecukupan lahan yang cukup. Hal tersebut tentunya mendapat perhatian dari pemerintah daerah untuk menginformasikan secara masal melalui saluran komunikasi nasional dan ajang promosi agar menarik minat para investor menanamkan modalnya di Sumba Timur pada sektor tanaman Kacang Tanah, Kacang Hijau dan Umbi-umbian.

Sedangkan sub sektor perkebunan kedepan diharapkan akan menjadi pemasok bahan baku  untuk industri. Komoditi perkebunan yang dominan dikembangkan baik oleh pemerintah daerah maupun oleh masyarakat adalah jambu mete, kelapa, kemiri, pinang, kopi, kakao dan sirih. Adapun perkembangan tanaman perkebunan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Produksi Tanaman Perkebunan Tahun 2020

No

Komoditi

Luas areal (ha)

Produksi (ton)

Produktivitas (ton/ha)

1

Kelapa

4.522

1.385

0,31

2

Jambu Mete

9.764

3.424

0,35

3

Kopi

1.145

263

0,23

4

Kakao

738

45,6

0,06

5

Kemiri

2.446

942,5

0,39

6

Kapuk

0

0

0,00

7

Cengkeh

0

0

0,00

8

Pinang

2.118

697

0,33

9

Vanili

0

0

0,00

10

Lada

0

0

0,00

11

Asam

0

0

0,00

12

Jarak Pagar

0

0

0,00

13

Pala

0

0

0,00

14

Kapas

0

0

0,00

15

Tembakau

72

26,8

0,37

16

Sirih

571

227

0,40

17

Lontar

0

0

0,00

 

Total

21.376

7.011

0,33

Sumber: Sumba Timur Dalam Angka 2021, diolah

Dari tabel di atas nampak bahwa luas areal tanaman perkebunan di Kabupaten Sumba Timur seluas 21.376 ha dengan total produksi pada tahun 2020 sebsar 7.011 ton. Terdapat lima jenis tanaman perkebunan yang cukup menonjol dalam hal produksi dimana produksi tertinggi ada pada komoditi jambu mete, diikuti kelapa, kemiri, pinang, kopi dan sirih. Sedangkan dari sisi produktivitas tertinggi ada pada komoditi sirih, diikuti kemiri, tembakau, jambu mete, pinang, kelapa dan kopi.