Pada hari Senin, 26 Oktober 2015 bertempat di Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi Waingapu, Penjabat Bupati Sumba Timur Yohanes L. Hawula, SH, M.Si memimpin Rapat Evaluasi Camat dan Rakor Pemerintahan Kabupaten Sumba Timur yang dihadiri oleh anggota DPRD Prov. NTT, seluruh camat, Kepala Desa/Lurah se-Kabupaten Sumba Timur serta seluruh pimpinan SKPD Tkt. Kabupaten Sumba Timur.

Pada kesempatan tersebut Penjabat menyampaikan beberapa hal untuk menjadi perhatian antara lain :
•    Kondisi Rawan Pangan.
Kemarau panjang yang melanda daerah Sumba Timur tidak dapat dipungkiri lagi telah berdampak pada 19 Kecamatan dari 22 kecamatan yang ada mengalami rawan pangan (kategori merah) meskipun tidak semua desa dalam kecamatan tersebut mengalami rawan pangan. Diantaranya 2 (dua) kecamatan diberi Kategori kuning dan hanya 1 (satu) kecamatan yang diberi kategori hijau.
Untuk mengatasi hal tersebut Penjabat menjanjikan bahwa pemerintah akan menyalurkan bantuan beras kepada warga masyarakat dengan memakai pola seperti padat karya, artinya masyarakat melakukan kegiatan seperti persiapan lahan, pembersihan irigasi, dan sebagainya lalu mendapatkan bantuan beras tersebut.
•    Kebakaran padang/hutan.
Mengantisipasi potensi kebakaran, penjabat menegaskan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan dalam mengolah lahan jangan lagi dengan cara membakar dan apabila harus membakar harus dipastikan api sudah padam agar tidak merambat ke luar dari lahan.  Apabila melihat ada kebakaran padang/hutan berusahalah bersama-sama untuk memadamkan api tersebut.
•    Pencurian ternak
Tingkatkan kerja sama dengan pihak keamanan, aktifkan siskamling, perbanyak operasi padang.
•    Penyerapan anggaran
Penjabat meminta kepada semua pimpinan SKPD, Para camat, Lurah dan Kepala Desa untuk memacu penyerapan anggarannya, karena hingga saat ini baru terserap 50 % sedangkan waktu efektif tinggal 1,5 bulan.
•    Pemilukada
Agar seluruh proses Pemilukada dapat berlangsung dengan lancar diharapkan kepada semua untuk menciptakan suasana yang kondusif dan aman serta kepada seluruh PNS dan aparat desa agar bersikap netral dan menggunakan hak pilihnya dengan bijaksana pada 9 Desember 2015 yang akan datang. Penjabat menghimbau agar aparat bersama masyarakat tetap memelihara harmonisasi hubungan persaudaraan, kekeluargaan dan keakraban yang sudah terjalin baik selama ini, serta tidak menciderai hubungan tersebut hanya karena perbedaan pilihan politik.
•    Pemekaran kabupaten
Proses pemekaran Kabupaten Sumba Timur sudah ditingkat propinsi. Dan saat ini tinggal menunggu sidang paripurna DPRD Prov. NTT tentang persetujuan pemekaran oleh DPRD Prov. NTT dan selanjutnya akan diteruskan ke Pemerintah Pusat.

Demikian beberapa hal  yang disampaikan oleh Penjabat Bupati saat membuka dengan resmi kegiatan tersebut. Sebelumnya anggota DPRD Prov. NTT berkenan memberikan sosialisasi  peraturan  kepada para peserta.