Humas, 23 Oktober 2012

Pelepasan Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) bertempat di gedung nasional tanggal 22 oktober 2012. Acara yang disambut dengan tarian tersebut dihadiri oleh pengelola SM-3T, Ketua Program PPG UNESA, Kepala Dinas/Badan/Kantor, para kepala Sekolah, Para Camat dan peserta SM-3T angkatan pertama tahun 2011.

 

Peserta SM-3T Arsel Prananda, diawal acara tersebut mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Sumba Timur yang telah menerima para peserta dalam membantu proses belajar mengajar. Walaupun ditempatkan di tempat dengan kondisi yang terbatas dan belum tercapai secara maksimal, namun perjalanan selama 1 tahun dapat diselesaikan dengan hasil yang baik. Arsel juga berharap kepada pemerintah agar lebih memperhatikan setiap daerah-daerah di kabupaten karena masih banyak masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan pembelajaran sehingga program pembangunan khususnya pendidikan di Sumba Timur dapat dilaksanakan dengan baik.

Sebelum memberikan penghargaan dan cidera mata, Ketua program PPG UNESA, Prof. Dr. Luthfiyah Nurlaela, M.Pd memberikan sambutan yang mengatakan bahwa peserta yang akan di lepas berjumlah 238 orang yang diberangkatkan secara bertahap. Dari jumlah tersebut ada yang masuk ke program lanjutan profesi guru dan ada juga yang kembali ke NTT dan NTB. Pada angkatan pertama peserta dapat dengan mudah mengajarkan berbagai bidang pendidikan. Guru SMA dapat mengajar tingkat SMP, begitu juga dengan guru SMP dapat mengajar di tingkat SD. Namun Pada angkatan kedua akan dilakukan secara ketat. Hal ini dikarenakan ada penambahan program yakni 15 program pendidikan dengan umur maksimal 28 tahun dengan IP terendah 3,00.

Masa pengabdian selama 1 tahun sudah berlalu namun kehadiran para peserta sudah memberi warna yang positif dan dapat menjadi contoh bagi angkatan berikut di Kabupaten Sumba Timur. Demikian dikatakan oleh Bupati Sumba Timur Drs. Gidion Mbilijora, M.Si dalam sambutannya. Hal tersebut, lanjutnya bukan berarti bahwa kurangnya jumlah guru di Sumba Timur tetapi karena konsentrasi bidang pendidikan yang kurang bagi para pendidik dan lebih bnyak di daerah perkotaan. Dengan demikian program pendidikan sebagai program prioritas di Kabupaten ini dapat keluar dari berbagai permasalahan. Mengingat indeks pembangunan di Sumba timur yang masih rendah, maka harapan Bupati melalui SM-3T tersebut, pendidikan di Sumba timur dapat ditingkatkan minimal lulusan SMA. (dhi)

Demikian Siaran Pers Humas Setda Kabupaten Sumba Timur.