• Pemimpin Baru Sumba Timur 2021 - 2026_1
  • Pemimpin Baru Sumba Timur 2021 - 2026_2
  • Pemimpin Baru Sumba Timur 2021 - 2026_3
  • Pemimpin Baru Sumba Timur 2021 - 2026_4
  • Pemimpin Baru Sumba Timur 2021 - 2026_5
  • Pemimpin Baru Sumba Timur 2021 - 2026_6
  • Pemimpin Baru Sumba Timur 2021 - 2026_7
  • Pemimpin Baru Sumba Timur 2021 - 2026_8
  • Pemimpin Baru Sumba Timur 2021 - 2026_9
1 2 3 4
Login Form



Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Sumba Timur Tahun 2019

Reformasi Birokrasi dirancang untuk mendukung terbentuknya clean and good governance yaitu tumbuhnya pemerintahan yang rasional, transparan, berkompetisi dalam memberikan pelayanan, mendorong tegaknya hukum dan pertanggungjawaban terhadap publik. Upaya mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bersih merupakan suatu keharusan terutama oleh aparatur pemerintah sebagai penyelenggara pemerintahan. Instansi pemerintah wajib mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan tugas dan fungsi melalui Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) sehingga dapat dinilai kinerja pejabat dalam upaya pencapaian tujuan dan sasaran Organisasi sebagaimana yang telah ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah.

Dalam rangka mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas, meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan daya saing daerah, maka pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan harus memperhatikan prinsip-prinsip Good Governance and Clean Government. Salah satu asas dalam penyelenggaraan Good Governance sesuai Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme adalah azas akuntabilitas yang mengamanatkan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir kegiatan penyelenggara negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Salah satu wujud pelaksanaan azas akuntabilitas adalah melalui penerapan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang ditindaklanjuti oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi sebagai leading sector penerapan SAKIP dengan menetapkan Peraturan Menteri Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan kinerja tersebut merupakan media pertanggungjawaban kepada atasan dan publik atas keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan program dan kegiatan yang telah diamanatkan para pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan secara terukur.

Berdasarkan regulasi tersebut diatas maka Pemerintah Kabupaten Sumba Timur berkewajiban untuk mempertanggungjawabkan kinerjanya dengan fokus pada indikator kinerja utama dan juga mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran tahun 2019 melalui Penyusunan Laporan Kinerja (LKjIP) Pemerintah Kabupaten Sumba Timur Tahun 2019.

Unduh Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Kabupaten Sumba Timur Tahun 2019, klik gambar

 

Visi dan Misi

VISI

“SUMBA TIMUR SEJAHTERA, HARMONI DAN TERTIB DALAM BINGKAI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA”

Visi yang diusung BUPATI DAN WAKIL BUPATI SUMBA TIMUR periode 2021-2026, dirangkum dalam tagline SEHATI mengandung hakekat kesatuan langkah, tekad dan komitmen pada seluruh aspek dan elemen kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, untuk mewujudkan masyarakat Sumba Timur yang sejahtera, harmoni dan tertib, sebagaimana dijabarkan berikut ini :

Sejahtera merupakan suatu kondisi sosial, politik, ekonomi dan budaya masyarakat yang produktif dan mampu memenuhi kebutuhan dasarnya secara layak dan berkelanjutan (life- sustaining basic human needs) dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya lokal sebagai penggerak utama.

Harmoni mengandung makna keselarasan dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Terwujudnya tatanan kehidupan yang demokratis, serasi dan selaras dengan nilai-nilai luhur dan karakter bangsa Indonesia yang mengikat keutuhan dalam mozaik kebhinekaan.

Tertib menggambarkan kinerja berpemerintahan yang inklusif dan berkeadilan, berlandaskan pada norma, kaidah dan hukum dalam mewujudkan stabilitas, pemerataan dan pembangunan berkelanjutan.

 

MISI

Untuk mewujudkan visi tersebut di atas maka ditetapkan misi pembangunan Kabupaten Sumba Timur Tahun 2021-2026 sebagai berikut :

1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas Masyarakat, Pemerintah dan Dunia Usaha dalam mengelola dan mengembangkan berbagai sumber daya ekonomi, sosial, politik dan        budaya secara terpadu dan berkelanjutan sehingga mampu mandiri dan bermartabat.

Tujuan : Terwujudnya kemandirian masyarakat dan daerah yang berkelanjutan. Sasaran :

1.1.       Meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkeadilan.

1.2.       Meningkatnya daya saing daerah.

1.3.       Meningkatnya kualitas kesehatan.

1.4.       Meningkatnya kualitas pendidikan.

1.5.       Meningkatnya kualitas tenaga kerja

1.6.       Meningkatnya kualitas infrastruktur

1.7.       Meningkatnya kualitas lingkungan hidup.

1.8.       Menurunnya angka kemiskinan.

1.9.       Menurunnya angka pengangguran

1.10.   Meningkatnya partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam pembangunan.

2. Mewujudkan tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis dan berkarakter.

Tujuan : Terwujudnya keseimbangan dan harmonisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara inklusif, berkeadilan dan berkelanjutan.

Sasaran :

2.1.  Meningkatnya kerukunan antar umat beragama dan penganut kepercayaan.

2.2.  Meningkatnya ketahanan sosial dengan mengembangkan karakter dan kearifan lokal.

2.3.  Meningkatnya transparansi terhadap data dan informasi publik.

2.4.  Meningkatnya partisipasi politik.

2.5.  Meningkatnya keadilan dan kesetaraan gender.

3. Meningkatkan kinerja pemerintahan yang inklusif dan berkeadilan

Tujuan : Terwujudnya ketertiban umum dan meningkatnya kualitas penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik.

Sasaran :

3.1.  Meningkatnya kinerja birokrasi yang profesional.

3.2.  Meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam bela negara dan menjaga ketertiban umum.

3.3.  Meningkatnya penegakan dan perlindungan hukum dan HAM.

 

Pertanian

PERTANIAN

Kondisi Kabupaten Sumba Timur yang agraris, menjadikan sektor pertanian berkontribusi secara dominan dalam pembangunan ekonomi Kabupaten Sumba Timur. Pembangunan di bidang pertanian diarahkan untuk mewujudkan masyarakat pertanian yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.

Sub sektor pertanian merupakan sektor primadona yang mendominasi perekonomian Kabupaten Sumba Timur. Dikatakan demikian karena sub sektor ini merupakan sub sektor yang paling dominan dalam pembentukan PDRB dan sekaligus sebagai Sub sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Disisi lain dominasi sub sektor pertanian dalam struktur perekonomian belum diimbangi dengan pertumbuhan yang memadai, atau dengan kata lain masih bersifat pertanian subsisten dan belum berorientasi pasar. Hasil pertanian yang ada cenderung banyak dikonsumsi dan hanya sedikit yang dapat diantar pulaukan.

Upaya yang telah dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Timur dalam meningkatkan kinerja pembangunan di bidang pertanian diantaranya, yaitu mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan, meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM pertanian, dan mendorong tumbuh kembangnya usaha pertanian yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Jenis tanaman pangan yang dikembangkan di Kabupaten Sumba Timur adalah padi (padi sawah dan padi ladang), Palawija (jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang kedele dan kacang hijau, dan hortikultura (buah-buahan dan sayur-sayuran). Adapun perkembangan tanaman padi sawah, padi ladang, jagung dan kedelai Tahun 2016-2020 dapat diikuti pada tabel berikut :

Produktifitas Padi, Jagung dan Kedelai Tahun 2016-2020 (Ton/Ha)

No.

Indikator

2016

2017

2018

2019

2020

1

Padi Sawah

4,13

4,03

3,04

3,24

4,13

2

Padi Ladang

3,87

3,27

2,12

2,12

3,57

3

Jagung

3,54

3,14

2,61

2,88

3,28

4

Kedelai

0,87

0,84

0,82

0,77

0,39

Sumber : Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Sumba Timur, 2021

Produktivitas adalah jumLah seluruh produksi dibagi luas panen. Dari data yang tercantum dalam tabel tersebut dapat diimplikasikan bahwa program nasional dengan orientasi perkembangan Pajale (padi, jagung dan kedelai) telah berkembang cukup baik di Kabupaten Sumba Timur. Data yang tercantum dalam tabel menunjukan peningkatan yang cukup signifikan dari tahun 2016 sampai tahun 2020 dan kondisi ini telah memberikan kontribusi yang cukup kuat dalam pembentukan sektor PDRB sub sektor pertanian. Selain padi jagung dan kedelai, tanaman pertanian lainnya yang cukup dominan dalam pembentukan PDRB Sumba Timur adalah Kacang Tanah, Kacang Hijau dan Umbi-Umbian yang dapat dilihat perkembangan pada tabel berikut.

Produktivitas Kacang Tanah, Kacang Hijau, Ubi Kayu dan Ubi Jalar Tahun 2020

No

Komoditi

Luas panen (ha)

Produksi (ton)

Produktivitas (ton/ha)

1

Ubi kayu

2.675

27.420

102,47

2

Ubi jalar

714

5.232

73,28

3

Kacang tanah

1.406

1.583

11,26

4

Kacang hijau

2.234

58

2,48

Sumber : Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Sumba Timur 2021

Kondisi tanaman kacang tanah, kacang hijau dan umbi-umbian di atas menunjukan bahwa tanaman alternatif pangan di Kabupaten Sumba Timur sesungguhnya dapat berkembang secara baik. Data luas panen dan produksi tanaman pertanian di atas menunjukan bahwa Sumba Timur adalah wilayah yang cukup potensial dalam pengembangan tanaman pangan alternatif dengan nilai kecukupan lahan yang cukup. Hal tersebut tentunya mendapat perhatian dari pemerintah daerah untuk menginformasikan secara masal melalui saluran komunikasi nasional dan ajang promosi agar menarik minat para investor menanamkan modalnya di Sumba Timur pada sektor tanaman Kacang Tanah, Kacang Hijau dan Umbi-umbian.

Sedangkan sub sektor perkebunan kedepan diharapkan akan menjadi pemasok bahan baku  untuk industri. Komoditi perkebunan yang dominan dikembangkan baik oleh pemerintah daerah maupun oleh masyarakat adalah jambu mete, kelapa, kemiri, pinang, kopi, kakao dan sirih. Adapun perkembangan tanaman perkebunan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Produksi Tanaman Perkebunan Tahun 2020

No

Komoditi

Luas areal (ha)

Produksi (ton)

Produktivitas (ton/ha)

1

Kelapa

4.522

1.385

0,31

2

Jambu Mete

9.764

3.424

0,35

3

Kopi

1.145

263

0,23

4

Kakao

738

45,6

0,06

5

Kemiri

2.446

942,5

0,39

6

Kapuk

0

0

0,00

7

Cengkeh

0

0

0,00

8

Pinang

2.118

697

0,33

9

Vanili

0

0

0,00

10

Lada

0

0

0,00

11

Asam

0

0

0,00

12

Jarak Pagar

0

0

0,00

13

Pala

0

0

0,00

14

Kapas

0

0

0,00

15

Tembakau

72

26,8

0,37

16

Sirih

571

227

0,40

17

Lontar

0

0

0,00

 

Total

21.376

7.011

0,33

Sumber: Sumba Timur Dalam Angka 2021, diolah

Dari tabel di atas nampak bahwa luas areal tanaman perkebunan di Kabupaten Sumba Timur seluas 21.376 ha dengan total produksi pada tahun 2020 sebsar 7.011 ton. Terdapat lima jenis tanaman perkebunan yang cukup menonjol dalam hal produksi dimana produksi tertinggi ada pada komoditi jambu mete, diikuti kelapa, kemiri, pinang, kopi dan sirih. Sedangkan dari sisi produktivitas tertinggi ada pada komoditi sirih, diikuti kemiri, tembakau, jambu mete, pinang, kelapa dan kopi.

 

Perternakan

 

 

 

 

 

Dalam sektor pertanian juga terdapat sub sektor peternakan yang merupakan salah satu sub sektor paling dominan setelah sub sektor tanaman pangan. Pembangunan sub sektor peternakan pada dasarnya diarahkan untuk meningkatkan pendapatan petani peternak dalam rangka peningkatan populasi maupun produksi ternak dan hasil-hasilnya serta meningkatkan konsumsi potensi hewani diantaranya daging telur dan susu yang banyak dikonsumsi masyarakat dengan tujuan untuk mencukupi permintaan dalam negeri guna menuju swasembada protein.

Untuk itu pemerintah Kabupaten Sumba Timur dengan dana dan sumber daya yang tersedia berusaha melaksanakan diversifikasi ternak dalam rangka peningkatan populasi, penyebaran dan produksi serta mengembangkan ekspor ternak. Adapun perkembangan populasi ternak di Kabupaten Sumba Timur sejak tahun 2015 2020 adalah sebagai berikut:

Populasi Ternak Kab. Sumba Timur Tahun 2015– 2020

Jenis Ternak

Tahun (ekor)

Rerata Pertumbuhan Populasi (%)

2015

2016

2017

2018

2019

2020

Sapi

47.843

46.849

49.494

51.811

53.835

56.51

3.4%

Kerbau

38.756

31.856

38.23

39.737

39.821

33.659

-1.8%

Kuda

32.355

30.529

31.729

32.983

36.005

41.537

5.4%

Kambing

N/A

N/A

56.167

57.852

59.298

63.442

4.2%

Babi

N/A

N/A

120.772

124.699

128.44

64.219

-14.6%

Sumber : Dinas Peternakan Kab. Sumba Timur 2021 (dianalisis)

Dari tabel di atas diperoleh gambaran rata-rata laju pertumbuhan ternak mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun, sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2020. Pertumbuhan populasi terbesar secara rata-rata adalah pada ternak kuda sebesar 5,4 % diikuti oleh ternak kambing (4,2%) dan ternak sapi (3,4%). Pertumbuhan minus terbesar terjadi pada populasi ternak babi (14,6%) dan diikuti oleh ternak kerbau (1,8%). Hal ini terjadi terutama disebabkan oleh serangan virus ASF (African Swine Fever) pada ternak babi dan serangan penyakit Surra pada ternak kerbau dan kuda. Hal ini menjadi tantangan bagi Kabupaten Sumba Timur untuk dapat merealisasikan harapan pemerintah pusat sebagai daerah pemasok daging bagi terpenuhinya kebutuhan protein hewani secara nasional. Dilain sisi, sub sektor peternakan memiliki kontribusi yang cukup besar dalam pembentukan PDRB Kabupaten Sumba Timur .

Sebagai leading sector dalam pembangunan pertanian dalam arti luas dapat diikuti pada Table 2-80 sebagai gambaran kontribusi langsung sub sector peternakan dalam pembangunan ekonomi didaerah ini.

 

Jumlah Ternak yang Keluar Tahun 2015-2020

Jenis Ternak

Jumlah (ekor)

2015

2016

2017

2018

2019

2020

Total

Sapi

5.124

4.055

4.351

4.347

3.742

2.750

24.561

Kerbau

2.638

1.814

1.702

3.944

1.453

954

10.475

Kuda

4.599

3.416

4.165

1.825

4.337

3.737

24.181

Kambing

21.764

21.764

23.152

20.537

24.506

23.136

130.230

Sumber : Dinas Peternakan Kab. Sumba Timur, 2021

Dari tabel tersebut di atas menunjukan bahwa rata-rata jumlah ternak yang keluar daerah cenderung fluktuatif. Jumlah ternak sapi yang keluar tahun 2015- 2020 cenderung menurun, demikian juga dengan ternak kerbau. Sedangkan dengan ternak kuda cenderung fluktuatif sebaliknya ternak kambing yang keluar daerah cenderung mengalami peningkatan. Data yang menunjukan tingkat populasi dan kondisi ternak yang keluar daerah di Kabupaten Sumba Timur di atas menggambarkan populasi ternak di Kabupaten Sumba Timur secara umum cenderung terkendali. Pengendalian populasi ini terjadi dalam kegiatan antar pulau yang khusus membatasi pengiriman ternak-ternak produktif yang berakibat pada menurunnya populasi ternak di Sumba Timur. Pengendalian antar pulau ternak betina yang masih produktif merupakan bentuk dari pengendalian populasi ternak di Sumba Timur. Selain itu upaya untuk meningkatkan populasi ternak di Kabupaten Sumba Timur terus dilakukan oleh instansi terkait berupa program Sapi Induk Wajib Bunting (SIWAB) dan Inseminasi Buatan (IB).

Sebagaimana diketahui bahwa ternak merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Kabupaten Sumba Timur disamping memiliki nilai sosial budaya juga memiliki nilai ekonomis sebagai salah satu sumber pendapatan peternak sekaligus sekaligus sumber pendapatan daerah melalui perdagangan antar pulau. Akan tetapi akhir-akhir ini populasi ternak besar cenderung menurun baik karena perdagangan antar pulau, maupun urusan sosial budaya antar daerah dalam pulau Sumba serta terjadinya kekurangan pakan pada saat musim kemarau akibat degradasi lingkungan.

Pembangunan peternakan di Nusa Tenggara Timur khususnya kabupaten Sumba Timur dihadapkan pada berbagai masalah dasar yang membutuhkan penanganan secara bertahap. Usaha meningkatkan produksi peternakan agar pendapatan dapat meningkat dalam rangka memperbaiki kesejahteraan petani peternak secara nyata dan stabil, tidak saja berhadapan dengan masalah teknis tetapi juga masalah social ekonomi dan pengelolaan pembangunan itu sendiri. Salah satu masalah dan tantangan yang masih akan dihadapi adalah aspek pengembangan dan penggunaan sarana produksi. Bibit ternak merupakan salah satu sarana produksi terpenting dari pembudidayaan ternak dalam rangka mengembangkan usaha peternakan. Hal ini terkait dengan kenyataan bahwa melalui perbenihan dan perbibitan yang tangguh akan berdampak pada terwujudnya usaha budidaya yang berdaya saing dan produktif.

Dengan adanya usaha perbaikan bibit ternak, maka upaya untuk meningkatkan populasi, produksi dan nilai tambah produk-produk peternakan akan semakin terbuka. Sebab disadari bahwa pembangunan peternakan memiliki nilai yang penting dalam ketahanan pangan dalam upaya mencerdaskan Sumber Daya Manusia. Fungsi protein hewani sangat menentukan dalam mencerdaskan manusia, karena kandungan asam aminonya tidak tergantikan sehingga dapat dikatakan bahwa protein hewani  mampu menjadi agen pembangunan.

Jenis – jenis ternak yang saat ini di usahakan di Sumba Timur antara lain: Sapi, Kerbau, Kuda, Kambing Domba dan Babi. Selain ternak besar masyarakat juga memelihara ternak kecil seperti unggas yaitu Ayam Kampung, Ayam Pedaging dan Ayam Petelur

 

PERTERNAKAN

 
Artikel yang lain...