• Pemimpin Baru Sumba Timur 2021 - 2026_1
  • Pemimpin Baru Sumba Timur 2021 - 2026_2
  • Pemimpin Baru Sumba Timur 2021 - 2026_3
  • Pemimpin Baru Sumba Timur 2021 - 2026_4
  • Pemimpin Baru Sumba Timur 2021 - 2026_5
  • Pemimpin Baru Sumba Timur 2021 - 2026_6
  • Pemimpin Baru Sumba Timur 2021 - 2026_7
  • Pemimpin Baru Sumba Timur 2021 - 2026_8
  • Pemimpin Baru Sumba Timur 2021 - 2026_9
1 2 3 4
Login Form



Visi dan Misi

VISI

“SUMBA TIMUR SEJAHTERA, HARMONI DAN TERTIB DALAM BINGKAI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA”

Visi yang diusung BUPATI DAN WAKIL BUPATI SUMBA TIMUR periode 2021-2026, dirangkum dalam tagline SEHATI mengandung hakekat kesatuan langkah, tekad dan komitmen pada seluruh aspek dan elemen kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, untuk mewujudkan masyarakat Sumba Timur yang sejahtera, harmoni dan tertib, sebagaimana dijabarkan berikut ini :

Sejahtera merupakan suatu kondisi sosial, politik, ekonomi dan budaya masyarakat yang produktif dan mampu memenuhi kebutuhan dasarnya secara layak dan berkelanjutan (life- sustaining basic human needs) dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya lokal sebagai penggerak utama.

Harmoni mengandung makna keselarasan dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Terwujudnya tatanan kehidupan yang demokratis, serasi dan selaras dengan nilai-nilai luhur dan karakter bangsa Indonesia yang mengikat keutuhan dalam mozaik kebhinekaan.

Tertib menggambarkan kinerja berpemerintahan yang inklusif dan berkeadilan, berlandaskan pada norma, kaidah dan hukum dalam mewujudkan stabilitas, pemerataan dan pembangunan berkelanjutan.

 

MISI

Untuk mewujudkan visi tersebut di atas maka ditetapkan misi pembangunan Kabupaten Sumba Timur Tahun 2021-2026 sebagai berikut :

1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas Masyarakat, Pemerintah dan Dunia Usaha dalam mengelola dan mengembangkan berbagai sumber daya ekonomi, sosial, politik dan        budaya secara terpadu dan berkelanjutan sehingga mampu mandiri dan bermartabat.

Tujuan : Terwujudnya kemandirian masyarakat dan daerah yang berkelanjutan. Sasaran :

1.1.       Meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkeadilan.

1.2.       Meningkatnya daya saing daerah.

1.3.       Meningkatnya kualitas kesehatan.

1.4.       Meningkatnya kualitas pendidikan.

1.5.       Meningkatnya kualitas tenaga kerja

1.6.       Meningkatnya kualitas infrastruktur

1.7.       Meningkatnya kualitas lingkungan hidup.

1.8.       Menurunnya angka kemiskinan.

1.9.       Menurunnya angka pengangguran

1.10.   Meningkatnya partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam pembangunan.

2. Mewujudkan tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis dan berkarakter.

Tujuan : Terwujudnya keseimbangan dan harmonisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara inklusif, berkeadilan dan berkelanjutan.

Sasaran :

2.1.  Meningkatnya kerukunan antar umat beragama dan penganut kepercayaan.

2.2.  Meningkatnya ketahanan sosial dengan mengembangkan karakter dan kearifan lokal.

2.3.  Meningkatnya transparansi terhadap data dan informasi publik.

2.4.  Meningkatnya partisipasi politik.

2.5.  Meningkatnya keadilan dan kesetaraan gender.

3. Meningkatkan kinerja pemerintahan yang inklusif dan berkeadilan

Tujuan : Terwujudnya ketertiban umum dan meningkatnya kualitas penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik.

Sasaran :

3.1.  Meningkatnya kinerja birokrasi yang profesional.

3.2.  Meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam bela negara dan menjaga ketertiban umum.

3.3.  Meningkatnya penegakan dan perlindungan hukum dan HAM.

 

Pertanian

PERTANIAN

Pembangunan sektor pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan, peternakan, perkebunan, serta pertambangan dan energi  di Kabupaten Sumba Timur merupakan sektor yang memegang peranan penting dalam struktur perekonomian di Kabupaten Sumba Timur. 
Pangan merupakan kebutuhan manusia yang paling vital, oleh karena itu kecukupan pangan bagi kebutuhan penduduk harus senantiasa tersedia terkait dengan jumlah penduduk yang terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga mengakibatkan semakin tingginya permintaan akan bahan makanan. Jenis tanaman pangan yang di usahakan di Sumba Timur adalah padi, jagung, kedelai, singkong dan hasil umbi-umbian.

Selengkapnya...

 

Perternakan

Sebagaimana diketahui bahwa ternak merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Kabupaten Sumba Timur disamping memiliki nilai sosial budaya juga memiliki nilai ekonomis sebagai salah satu sumber pendapatan peternak sekaligus sekaligus sumber pendapatan daerah melalui perdagangan antar pulau. Akan tetapi akhir-akhir ini populasi ternak besar cenderung menurun baik karena perdagangan antar pulau, maupun urusan sosial budaya antar daerah dalam pulau Sumba serta terjadinya kekurangan pakan pada saat musim kemarau akibat degradasi lingkungan.

Pembangunan peternakan di Nusa Tenggara Timur khususnya kabupaten Sumba Timur dihadapkan pada berbagai masalah dasar yang membutuhkan penanganan secara bertahap. Usaha meningkatkan produksi peternakan agar pendapatan dapat meningkat dalam rangka memperbaiki kesejahteraan petani peternak secara nyata dan stabil, tidak saja berhadapan dengan masalah teknis tetapi juga masalah social ekonomi dan pengelolaan pembangunan itu sendiri. Salah satu masalah dan tantangan yang masih akan dihadapi adalah aspek pengembangan dan penggunaan sarana produksi. Bibit ternak merupakan salah satu sarana produksi terpenting dari pembudidayaan ternak dalam rangka mengembangkan usaha peternakan. Hal ini terkait dengan kenyataan bahwa melalui perbenihan dan perbibitan yang tangguh akan berdampak pada terwujudnya usaha budidaya yang berdaya saing dan produktif.

Dengan adanya usaha perbaikan bibit ternak, maka upaya untuk meningkatkan populasi, produksi dan nilai tambah produk-produk peternakan akan semakin terbuka. Sebab disadari bahwa pembangunan peternakan memiliki nilai yang penting dalam ketahanan pangan dalam upaya mencerdaskan Sumber Daya Manusia. Fungsi protein hewani sangat menentukan dalam mencerdaskan manusia, karena kandungan asam aminonya tidak tergantikan sehingga dapat dikatakan bahwa protein hewani  mampu menjadi agen pembangunan.

Produksi daging saat ini dalam memenuhi kebutuhan konsumsi daging secara nasional diperoleh antara lain dari daging sapi, yang mensuplai terhadap kebutuhan daging sebesar 23%.

Dalam rangka mendukung pembangunan pertanian sub sektor peternakan khususnya di Kabupaten Sumba Timur, Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten terus mendukung melalui alokasi anggaran setiap tahunnya baik untuk pengadaan ternak maupun pembangunan infrastruktur lahan dan air di padang pengembalaan.

Jenis – jenis ternak yang saat ini di usahakan di Sumba Timur antara lain: Sapi, Kerbau, Kuda, Kambing Domba dan Babi. Selain ternak besar masyarakat juga memelihara ternak kecil seperti unggas yaitu Ayam Kampung, Ayam Pedaging dan Ayam Petelur

Seiring dengan kegiatan tersebut pembangunan infrastruktur lahan dan air sebagai sumber pakan ternak dan sumber air minum di padang pengembalaan terus ditingkatkan. Sesuai hasil pendataan terakhir Tahun 2018, Pada Tahun 2018, Jumlah Populasi Ternak Besar Seperti Kuda Mencapai Jumlah sebesar 32.983 ekor, sapi Mencapai Jumlah 51.811 dan Kerbau Mencapai Jumlah 39.737, dan Populasi Ternak Besar tersebut mengalami Kenaikan dari populasi Tahun Sebelumnya pada tahun 2017 Populasi kuda Hanya berjumlah 31.729 sapi Berjumlah 49.494 dan Kerbau Berjumlah 38230 dapat dilihat pada tabel populasi ternak berikut ini

Populasi Ternak Menurut Kecamatan dan Jenis Ternak, 2018

Population of Livestock by District and Kinds of Livestock, 2018

 

 

Kecamatan
District
(1)

 

Sapi Perah

 

 

Sapi Potong

Beef Cattle

Kerbau

Buffalo

 

 

 

Kuda
Horse

Kambing / Domba *)
Goat /sheep

Babi *)
Pig

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

01. Lewa

 

2861

1229

1537

1683

6486

02. Nggaha Ori Angu

 

2725

1716

1575

1218

6650

03. Lewa Tidahu

 

971

646

371

979

2783

04. Katala Hamu Lingu

 

1060

671

591

640

1689

05. Tabundung

 

1426

2937

1335

2559

5737

06. Pinu Pahar

 

1561

2474

1581

2994

4593

07. Paberiwai

 

1200

1947

463

1890

5089

08. Karera

 

4313

6986

1862

1637

7946

09. Matawai La Pawu

 

718

2406

684

3292

2973

10. Kahaungu Eti

 

2690

1251

1292

2775

6657

11. Mahu

 

568

2119

373

322

1960

12. Ngadu Ngala

 

356

1610

310

1124

5110

13. Pahunga Lodu

 

4212

2356

1635

2777

11832

14. Wula Waijelu

 

435

1301

267

551

6727

15. Rindi

 

7805

4465

3846

2545

6009

16. Umalulu

 

1369

481

902

7936

7524

17. Pandawai

 

9189

1984

4985

7012

5528

18. Kambata Mapambuhang

 

757

910

486

1526

3137

19. Kota Waingapu

 

1831

811

3287

4108

6365

20. Kambera

 

1668

241

930

3448

12030

21. Haharu

 

2402

482

1653

3060

3707

22. Kanatang

 

1694

714

3018

3776

4167

SUMBA TIMUR

 

51811

39737

32983

57852

124699

Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Timur  2020

Sumba Timur Dalam Angka 2019

 

Populasi Ternak Besar di Kabupaten Sumba Timur menurut Jenis dan Perkembangannya, 2011-2018

Population of Large Livestock by Kinds and Trend, 2011-2018

Tahun

Years

Sapi / Cow

Kuda / Horse

Kerbau / Buffalo

Jumlah

Perkembangan

Jumlah

Perkembangan

Jumlah

Perkembangan

(ekor)

(%)

(ekor)

(%)

(ekor)

(%)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

2011

46497

8,91

34344

-5,11

32000

0,48

2012

49920

7,36

32667

-4,88

37295

16,55

2013

47902

-4.04

31757

-2.79

36541

-2.02

2014

50435

5,29

29336

-7,62

34469

-5,67

2015

50700

0,53

31700

8,06

39779

15,41

2016

36599

-27,81

27042

-14,69

31856

-19,92

2017

49494

35,23

31729

17,33

38230

20,01

2018

51811

4,75

32983

3,95

39737

3,97

Sumber : Dinas Peternakan Sumba Timur 2020

Sumba Timur Dalam Angka 2019

 

JumlahTernak yang Dipotong Menurut Jenis Ternak, 2018

Number of Livestock Slaughtered in Slaughtering House by Kinds, 2018

Triwulan

Kerbau

Buffalo

Sapi

Cow

Kambing

Goat

Babi

Pig

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

I

-

198

279

90

II

7

190

170

91

III

1

192

182

92

IV

-

197

145

92

JUMLAH

8

777

776

365

Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Timur 2020

Sumba Timur Dalam Angka 2019

Sistem pemeliharaan ternak umumnya masih dilaksanakan secara ekstensif yang mengandalkan sumber pakan dari rumput di padang penggembalaaan alam dengan biaya yang relatif murah dan hemat  tenaga. Disamping itu petani juga mengusahakan penggemukan sapi (paronisasi) disekitar kota dan daerah aliran sungai untuk diantarpulaukan.

Sub sektor peternakan merupakan penyumbang protein hewani untuk kebutuhan masyarakat lokal maupun untuk kebutuhan masyarakat di luar Sumba Timur.

PERTERNAKAN

 

Perkebunan

PERKEBUNAN

Sub sektor perkebunan merupakan salah satu sub sektor pertanian yang banyak menyerap tenaga kerja, karena hasil ini merupakan salah satu sumbangan kekayaan alami yang dapat di perbaharui. Hasil ini juga sebagai bahan baku untuk bahan industri pengolahan dan dapat berperan sebagai pelestarian lingkungan hidup. Di Sumba Timur kegiatan sub sektor perkebunan yang meliputi perkebunan besar dan perkebunan rakyat, terhitung sampai akhir 2018 masih kecil kontribusinya terhadap sektor pertanian. Walaupun demikian hasil dari sub sektor ini di harapkan dapat menunjang pendapatan asli daerah Kabupaten Sumba Timur.


Perkembangan produksi komoditi - komoditi perkebunan di Kabupaten Sumba timur yaitu Kopi dengan Luas areal pada tahun 2018 meningkat menjadi 1.135,0 Ha dari tahun 2017 yang hanya seluas 1.063.0 Ha, dengan jumlah produksi yang ikut meningkat sebesar 260 Ton dari tahun sebelumnya. Luas areal kakao juga mengalami peningkatan dari 697,00 Ha ditahun 2017 meningkat menjadi 738,00 Ha ditahun 2018 dengan peningkatan jumlah produksi sebesar 41,20 Ton dari 38,00 Ton di tahun 2017. Luas areal tembakau dari 72,00 Ha ditahun 2017 tidak mengalami perubahan tetap pada angka 72,00 Ha ditahun 2018, akan tetapi jumlah produksinya mengalami penurunan dari 25,00 Ton ditahun 2017 menurun menjadi 24,80 Ton ditahun 2018. Demikianpun halnya dengan kelapa dalam yang mengalami peningkatan luas areal tetapi menurun jumlah produksinya yaitu luas areal sebesar 4.331,00 ha ditahun 2017 meningkat menjadi 4.622,00 ha ditahun 2018, dan jumlah  produksi dari 1.367,00 Ton ditahun 2017 dan  1.380,00 Ton ditahun 2018. Luas areal cengkeh mengalami perubahan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 270 Ha pada tahun 2017 menjadi 480,00 Ha pada tahun 2018 dan mengalami kenaikan jumlah produksi dari 32.00 Ton ditahun 2017 menjadi 32,40 Ton ditahun 2018. Untuk jambu mete, luas arealnya juga tidak mengalami peningkatan yang berarti dari 9.464,00 Ha ditahun 2017 meningkat menjadi 9.664,00 ha ditahun 2018 dengan peningkatan jumlah produksi sebesar 3.414,00 ton.

 
Artikel yang lain...