FOCUS GROUP DISCUSSION “MELOLO MEMESONA”
Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, S.Kom., M.AP., menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Melolo Memesona: Pembahasan Hasil Akhir Kajian Rekomendasi Evaluasi dan Komoditas Unggulan untuk Kawasan Transmigrasi Melolo”.
Foto : FOCUS GROUP DISCUSSION “MELOLO MEMESONA”
Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, S.Kom., M.AP., menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Melolo Memesona: Pembahasan Hasil Akhir Kajian Rekomendasi Evaluasi dan Komoditas Unggulan untuk Kawasan Transmigrasi Melolo”.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Output 1 dan Tim Output 2 Program Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia Tahun 2025, bertempat di Hotel Casa Kandara, Kasa Kandara Function Hall, Waingapu, Sumba Timur.
FGD ini merupakan bagian akhir dari rangkaian riset lapangan yang dilaksanakan oleh Tim Ekspedisi Patriot UI di wilayah Melolo.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk menghimpun masukan, klarifikasi, serta arahan strategis dari Pemerintah Daerah dan instansi teknis guna memperkuat analisis dan rekomendasi kebijakan bagi pengembangan Kawasan Transmigrasi Melolo secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumba Timur menyampaikan apresiasi atas kontribusi Universitas Indonesia dalam melakukan kajian komprehensif mengenai dinamika sosial, ekonomi, dan potensi komoditas unggulan Melolo. Ia menegaskan bahwa hasil riset ini menjadi landasan penting dalam memperkuat arah pembangunan daerah, khususnya untuk optimalisasi pengelolaan kawasan transmigrasi.
“Melolo memiliki potensi besar yang perlu didorong melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat. FGD ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat rekomendasi serta menyelaraskan arah kebijakan agar tepat sasaran,
Kegiatan FGD turut dihadiri oleh para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, instansi teknis, serta perwakilan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia. Kehadiran unsur OPD diharapkan dapat memperkaya pembahasan teknis, menguatkan arah kebijakan, dan memastikan integrasi hasil riset dengan kebutuhan daerah.
FGD ini diharapkan menjadi dasar perumusan langkah tindak lanjut pasca-riset, termasuk strategi pengembangan komoditas unggulan, peningkatan tata kelola kawasan transmigrasi, serta rekomendasi kebijakan yang lebih aplikatif dan berkelanjutan.