Gubernur NTT Tutup Secara Resmi Kegiatan Ana NTT Kreatif Festival (AntiKFest) 2 Tahun 2025

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Lakalena, secara resmi menutup rangkaian kegiatan Ana NTT Kreatif Festival (AntiKFest) 2 Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Pahlawan Waingapu, Kabupaten Sumba Timur

Foto : Gubernur NTT Tutup Secara Resmi Kegiatan Ana NTT Kreatif Festival (AntiKFest) 2 Tahun 2025


Waingapu, 17 September 2025 - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Lakalena, secara resmi menutup rangkaian kegiatan Ana NTT Kreatif Festival (AntiKFest) 2 Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Pahlawan Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.

‎Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi, sehingga kegiatan AntiKFest 2 berjalan dengan sukses. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk terus mendorong kreativitas, seni, budaya, serta potensi lokal sebagai kekuatan ekonomi daerah.

‎"AntiKFest adalah ruang bagi generasi muda dan masyarakat NTT untuk berkarya, berkreasi, sekaligus mengangkat kearifan lokal agar semakin dikenal luas. Kita ingin melalui festival ini, NTT semakin diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional," ujar Gubernur.

‎Hadir dalam kegiatan ini, Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, ST., MT., Wakil Bupati Sumba Timur, Jonathan Hani S. Kom., M.AP., Ketua TP. PKK Provinsi NTT, Ketua TP. PKK Kabupaten Sumba Timur, Ketua TP. PKK Kabupaten Sumba Barat, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Timur, serta para pimpinan OPD terkait.

‎Penutupan kegiatan AntiKFest 2 berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni, musik, dan budaya yang menjadi ciri khas masyarakat NTT, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat kolaborasi antara pemerintah, pelaku seni, UMKM, dan masyarakat.

‎Gubernur menutup dengan pesan agar semangat kolaborasi dan kreativitas yang telah tumbuh dalam festival ini dapat terus dipelihara untuk membangun NTT yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.

LINK TERKAIT