Stage 5 Tour de Entete Resmi Dilepas dari Waingapu Menuju Tambolaka
Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, S.Kom., M.AP., bersama jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Timur, serta para Asisten pada Setda Kabupaten Sumba Timur, secara resmi melepas etape kelima (Stage 5) ajang balap sepeda Tour de Entete 2025
Foto : Stage 5 Tour de Entete Resmi Dilepas dari Waingapu Menuju Tambolaka
Waingapu, 15 September 2025 - Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, S.Kom., M.AP., bersama jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Timur, serta para Asisten pada Setda Kabupaten Sumba Timur, secara resmi melepas etape kelima (Stage 5) ajang balap sepeda Tour de Entete 2025.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumba Timur menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah bersama-sama menyukseskan penyelenggaraan Tour de Entete, mulai dari jajaran Forkopimda, aparat TNI/Polri, panitia, media, hingga para pelajar SMA/SMK yang turut berpartisipasi aktif dalam memeriahkan acara.
“Tour de Entete bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga sarana untuk mempromosikan keindahan alam, budaya, dan potensi pariwisata Sumba. Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung, termasuk adik-adik siswa-siswi yang ikut mengambil bagian dalam kemeriahan ini. Kepada seluruh atlet, saya berikan doa dan semangat, semoga dapat tampil maksimal dan menginspirasi banyak orang,”.
Pelepasan berlangsung di depan Kantor Bupati Sumba Timur, yang menjadi titik start, dengan penuh semangat dan antusiasme masyarakat. Para pebalap akan menempuh rute menantang menuju garis finis di Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, yang dikenal dengan panorama alam indah sekaligus lintasan penuh dinamika.
Pada momen pelepasan ini, ditampilkan pula bendera merah putih sepanjang 340 meter yang dibentangkan sepanjang arena balap. Bendera kebanggaan bangsa ini tidak hanya menjadi simbol persatuan dan cinta tanah air, tetapi juga telah tercatat sebagai Rekor MURI.
Selain itu, masyarakat juga menyaksikan kain tenun ikat sepanjang 104 meter yang dikenal dengan nama Hinggi Kombu Dendi Duangu. Kain tenun ikat kebanggaan masyarakat Sumba ini sebelumnya telah tercatat sebagai Rekor MURI pada tanggal 22 Desember 2012, dan kembali dibentangkan sepanjang arena balap sebagai wujud pelestarian budaya lokal yang mendunia.
Menambah kemeriahan dalam acara pelepasan ini, turut ditampilkan tarian khas Sumba Timur oleh para siswa-siswi dari SMA Negeri 3 Waingapu dan SMA Negeri 1 Kambera, yang menghadirkan nuansa budaya lokal sekaligus menyambut para pembalap dengan penuh kehangatan.
Selain melepas secara resmi, Wakil Bupati juga memberikan dukungan, doa, dan semangat kepada para pembalap agar dapat menyelesaikan etape dengan baik, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadikan Tour de Entete sebagai pengalaman berharga dalam perjalanan karier mereka.
Rangkaian Tour de Entete 2025 diharapkan mampu meningkatkan semangat sportivitas, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Pulau Sumba.